Timika, Torangbisa.com – Direktur PT DAG Water Indonesia, Wang Jianping, menghadirkan terobosan baru di sektor air bersih dengan membangun instalasi pengolahan air modern di Kilo 14, Timika, Sabtu (18/04/2026), sebagai upaya menjawab kebutuhan air layak konsumsi bagi masyarakat.
PT DAG Water Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di bidang impor dan ekspor proyek pengolahan air, meliputi desain instalasi, penyediaan peralatan, pemasangan, hingga pengoperasian sistem air siap minum.
Selain itu, perusahaan ini juga menyediakan layanan konstruksi dan operasional proyek pendukung di sektor air bersih.
Dalam pengembangannya, Wang Jianping mengandalkan teknologi berbasis paten internasional, termasuk hasil riset dari Universitas McGill di Kanada serta dukungan lembaga penelitian terkemuka di Tiongkok seperti Institut Geokimia Guangzhou Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok.
Secara keseluruhan, lebih dari 140 teknologi telah dipatenkan dan diterapkan dalam sistem pengolahan air yang dikembangkan.
Berbagai proyek yang telah dikerjakan mencakup penyediaan air untuk kawasan permukiman, sekolah, rumah sakit, gedung perkantoran hingga pabrik desalinasi air laut di berbagai negara.
Teknologi yang digunakan memungkinkan pengolahan air secara mendalam sehingga menghasilkan air yang aman dan layak diminum.
Salah satu keunggulan utama sistem ini adalah penggunaan teknologi oksidasi yang mampu menghilangkan zat organik dan anorganik sekaligus memperbaiki kualitas air dari segi rasa, warna, dan bau. Selain itu, teknologi ini efektif membunuh patogen seperti virus, bakteri, serta protozoa berbahaya.
Sistem ozon bertekanan yang diterapkan juga mampu menonaktifkan alga dalam air, yang kemudian disaring melalui membran ultrafiltrasi. Proses ini berlangsung secara berkelanjutan sehingga menjaga kebersihan sistem tanpa menghasilkan limbah kimia.
Tak hanya itu, teknologi membran osmosis terbalik (reverse osmosis) yang digunakan mampu menghilangkan lebih dari 99 persen kandungan logam dan bahan organik dalam air.
Proses ini dipadukan dengan sterilisasi menggunakan kombinasi oksidasi dan sinar ultraviolet untuk memastikan air tetap aman tanpa menghasilkan produk sampingan berbahaya.
Dari sisi efisiensi, teknologi resirkulasi air garam yang diterapkan mampu meningkatkan pemanfaatan air baku hingga 90 persen. Hal ini menjadikan sistem lebih hemat dan ramah lingkungan.
Proses pengolahan air DAGUA sendiri telah diterapkan secara luas dengan kapasitas produksi mulai dari 10 ton hingga 30.000 ton per hari.
Sistem ini juga dirancang fleksibel dalam bentuk kontainer, sehingga dapat digunakan di wilayah terpencil maupun dalam kondisi darurat.
Dengan hadirnya PT DAG Water Indonesia di Timika, Wang Jianping berharap teknologi ini dapat membantu meningkatkan akses masyarakat terhadap air bersih sekaligus mendukung pembangunan infrastruktur dasar yang berkelanjutan di Papua.













