Peristiwa

Dua Insiden Penembakan di Papua Terungkap: TNI Tegaskan Tidak Saling Berkaitan

×

Dua Insiden Penembakan di Papua Terungkap: TNI Tegaskan Tidak Saling Berkaitan

Sebarkan artikel ini
Barang bukti yang berhasil diamankan oleh TNI (Foto: Istimewa)

Timika, Torangbisa.com — Informasi yang beredar di masyarakat terkait dugaan penembakan terhadap seorang anak di Papua akhirnya mendapat klarifikasi resmi dari TNI.

Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat dua kejadian berbeda yang terjadi pada Selasa, 14 April 2026, di lokasi terpisah di wilayah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.

Peristiwa pertama terjadi di Kampung Kembru, saat aparat TNI menindaklanjuti laporan masyarakat mengenai keberadaan kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Dalam operasi patroli dan pengecekan, prajurit TNI dilaporkan mendapat serangan tembakan dari kelompok tersebut, sehingga terjadi kontak tembak.

Dalam insiden itu, empat orang yang diduga anggota kelompok bersenjata OPM dinyatakan meninggal dunia.

Aparat juga mengamankan sejumlah barang bukti yang memperkuat dugaan aktivitas kelompok bersenjata, di antaranya dua senjata rakitan, satu senapan angin, munisi berbagai kaliber, serta senjata tradisional seperti busur, anak panah, parang, hingga kapak.

Selain itu, ditemukan pula perlengkapan komunikasi seperti telepon genggam dan handy talky (HT), bendera OPM, serta dokumen identitas dan barang pribadi lainnya yang diduga milik kelompok tersebut.

Sementara itu, insiden kedua terjadi di Kampung Jigiunggi. Aparat TNI menerima laporan dari Kepala Kampung, Venius Walia, terkait meninggalnya seorang anak akibat luka tembak. Menanggapi laporan tersebut, TNI langsung melakukan pengecekan ke lokasi dan memastikan adanya korban.

Namun hingga kini, penyebab pasti kejadian tersebut masih dalam tahap penyelidikan. TNI menegaskan bahwa tidak ada keterlibatan prajurit dalam peristiwa tersebut.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf Wirya Arthadiguna, menegaskan bahwa kedua insiden tersebut tidak saling berkaitan.

“TNI memastikan tidak ada aktivitas prajurit di Kampung Jigiunggi saat kejadian penembakan terhadap anak tersebut. Kedua peristiwa terjadi di lokasi berbeda dan tidak saling berkaitan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa TNI akan terus mengedepankan profesionalisme dalam setiap pelaksanaan tugas di lapangan.

“TNI berkomitmen untuk bertindak profesional, transparan, dan akuntabel dalam setiap pelaksanaan tugas,” tegasnya.

Peristiwa

Puncak, Torangbisa.com – Aksi kekerasan kembali terjadi di wilayah Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah. Kelompok yang diduga berasal dari Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap III/Puncak di bawah pimpinan Lekagak Talenggen dilaporkan membakar sejumlah rumah warga di Kampung Muara, Distrik Pogoma, Senin (13/4/2026) pagi.