Timika, Torangbisa.com – Wakil Ketua I Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Pomako, Kornelis Amimar, mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan dalam pengelolaan koperasi yang menaungi sekitar 700 pekerja TKBM.
TKBM
DPRK Mimika Gelar RDP Bersama TKBM, Bahas Aspirasi Pekerja Pelabuhan Pomako
Timika, Torangbisa.com – DPRK Mimika melalui Komisi III menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Pomako di Gedung Serbaguna Kantor DPRK Mimika, Jumat (28/8/2026).
Johannes Rettob Minta Persoalan TKBM Diselesaikan Lewat Koperasi
Timika, Torangbisa.com – Bupati Mimika Johannes Rettob meminta persoalan yang menjadi dasar aksi demonstrasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di Gedung DPRK Mimika, Kamis (13/8/2026), diselesaikan melalui mekanisme internal koperasi.
Kesejahteraan TKBM Jadi Sorotan, Dari Upah Hingga THR Sering Bermasalah, Marianus Minta Tata Kelola TKBM Pomako Dievaluasi
Timika, Torangbisa.com – Tokoh masyarakat Mimika, Marianus Maknaipeku, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika dan DPRK memberikan perhatian serius terhadap kondisi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di Pelabuhan Pomako.
DPRK Mimika Siapkan RDP Bahas Aspirasi TKBM Pomako
Timika, Torangbisa.com – DPRK Mimika memastikan akan menindaklanjuti aspirasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Pomako yang disampaikan di Kantor DPRK Mimika, Kamis (13/8/2026).
TKBM Pomako Tuntut Upah Dibayar, Minta DPRK Periksa Pengurus Koperasi
Timika, Torangbisa.com – Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Pomako mendatangi Gedung DPRK Mimika, Papua Tengah, Kamis (13/8/2026). Kedatangan para buruh tersebut untuk menyampaikan 20 tuntutan, terutama terkait pembayaran upah, jaminan ketenagakerjaan, kondisi tempat tinggal, serta pengelolaan keuangan Koperasi TKBM.
Bupati Mimika Ungkap Kronologis Sengketa Lahan Pelabuhan Timika, dan Berikan Solusi Bagi Kedua Bela Pihak
Atas kepentingan pembangunan, Kementerian Perhubungan kemudian membangun dermaga di lokasi tersebut, sementara Kementerian PUPR membuka akses jalan dari Timika menuju pelabuhan, rampung pada 2004. Namun setelah jalan selesai, mulai muncul klaim dari sejumlah pihak yang menyebut tanah itu milik mereka, sehingga sertifikat tidak bisa diterbitkan.
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.



