Timika, Torangbisa.com – DPRK Mimika melalui Komisi III menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Pomako di Gedung Serbaguna Kantor DPRK Mimika, Jumat (28/8/2026).
RDP tersebut digelar untuk menindaklanjuti aksi dan penyampaian aspirasi yang dilakukan teman-teman TKBM pada 13 Agustus 2026 lalu.
Sekretaris Komisi III DPRK Mimika, Herman Tangkepare, dalam pembukaan RDP mengatakan, pertemuan tersebut menjadi ruang untuk mendengarkan secara langsung persoalan yang disampaikan TKBM sekaligus mencari solusi atas permasalahan yang terjadi dalam aktivitas mereka sehari-hari.
Menurut Herman, DPRK Mimika menerima aspirasi TKBM sebagai bagian dari tugas lembaga legislatif dalam menyerap dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.
“Untuk menindaklanjuti aksi atau penyampaian aspirasi yang disampaikan teman-teman TKBM pada tanggal 13 Agustus 2026, maka hari ini kita lakukan rapat dengar pendapat untuk mencari solusi, klarifikasi serta informasi,” ujarnya.
Dalam RDP tersebut, DPRK Mimika turut mengundang sejumlah pihak yang berkaitan dengan aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Pomako.
Di antaranya Badan Pengurus TKBM Pelabuhan Pomako serta perwakilan sejumlah perusahaan pelayaran dan pihak terkait lainnya, termasuk PT SPIL, PT Tanto Intim Line dan PT Temas.
Herman menegaskan, RDP tersebut digelar agar persoalan yang menjadi keluhan TKBM dapat diketahui secara jelas dari seluruh pihak. Dengan demikian, DPRK dapat memperoleh informasi yang berimbang sebelum mengambil langkah selanjutnya.
Ia menyebutkan, kehadiran TKBM ke DPRK merupakan bentuk penyampaian aspirasi kepada lembaga legislatif sebagai perwakilan masyarakat.
“Teman-teman dari TKBM datang menyampaikan aspirasi kepada anggota DPRK sebagai perwakilan mereka untuk membantu dan mencari solusi soal yang terjadi dalam kegiatan sehari-hari,” katanya.
Herman juga memastikan RDP berlangsung secara terbuka. Ia mempersilakan awak media untuk meliput seluruh proses pembahasan sehingga masyarakat Mimika dapat mengetahui secara langsung persoalan yang sedang dibahas.
“Tidak ada yang kita tutupi. Semua kita expose. Silakan teman-teman media meliput apa yang terjadi dalam rapat ini,” tegasnya.
Menurutnya, keterbukaan dalam pembahasan penting agar persoalan yang disampaikan TKBM tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar dan seluruh masyarakat dapat mengetahui duduk persoalannya.
RDP kemudian dibuka secara resmi dan dilanjutkan dengan pembahasan bersama pihak-pihak terkait untuk mendengarkan aspirasi, klarifikasi serta mencari jalan keluar terhadap persoalan yang disampaikan TKBM.
















