Timika, Torangbisa.com – Pasca kebakaran yang menghanguskan sebuah gereja di wilayah pedalaman Mimika, Pemerintah Kabupaten Mimika memastikan akan turun tangan membantu pembangunan gereja sementara agar aktivitas peribadatan masyarakat tetap berjalan. Bahkan, pembangunan gereja permanen telah disiapkan untuk diusulkan pada tahun depan.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Mimika, Johannes Rettob, saat diwawancarai awak media usai mengikuti Upacara Hari Lahir Pancasila di Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (01/06/2026).
Johannes mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima pemerintah daerah, kebakaran diduga dipicu oleh lilin yang masih menyala di dalam gereja. Namun demikian, pemerintah tidak ingin berfokus pada penyebab kebakaran, melainkan pada upaya membantu masyarakat yang terdampak.
“Kami mendengar bahwa gereja itu terbakar diduga karena lilin. Tetapi yang menjadi perhatian kami sekarang adalah umat di sana sudah tidak memiliki tempat ibadah lagi,” ujar Johannes.
Menurutnya, gereja yang terbakar tersebut selama ini dibangun secara swadaya oleh masyarakat dan belum pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah. Karena itu, Pemkab Mimika berencana memberikan bantuan pembangunan gereja sementara pada tahun ini agar jemaat dapat kembali melaksanakan ibadah dengan layak.
Sambil menunggu pembangunan gereja sementara, aktivitas peribadatan akan dipusatkan di fasilitas sekolah yang tersedia di wilayah tersebut.
“Untuk sementara mereka akan menggunakan sekolah sebagai tempat beribadah. Tahun ini kita bantu pembangunan gereja sementara,” katanya.
Tidak hanya itu, Johannes juga mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah meminta pihak gereja dan masyarakat setempat untuk mengusulkan pembangunan gereja permanen yang direncanakan dapat direalisasikan pada tahun anggaran mendatang.
“Tahun depan kami sudah meminta kepada mereka untuk mengusulkan pembangunan gereja permanen,” jelasnya.
Terkait aspirasi masyarakat mengenai pembangunan pos pemadam kebakaran pasca insiden tersebut, Johannes menegaskan bahwa rencana pembangunan fasilitas pemadam kebakaran merupakan program tersendiri yang tidak secara khusus ditempatkan di area gereja yang terbakar.
Ia berharap bantuan yang diberikan pemerintah dapat meringankan beban masyarakat dan memastikan kegiatan keagamaan tetap berjalan meski di tengah keterbatasan akibat musibah kebakaran.
Dengan adanya dukungan dari pemerintah daerah, masyarakat diharapkan dapat segera kembali beribadah dengan nyaman sambil menunggu pembangunan rumah ibadah yang lebih permanen di masa mendatang.

















