Scroll untuk baca artikel
Mimika

Kemong Tegaskan Batas Wilayah Harga Mati, Minta Masyarakat Jaga Tanah dan Mulai Bangun Kawasan

×

Kemong Tegaskan Batas Wilayah Harga Mati, Minta Masyarakat Jaga Tanah dan Mulai Bangun Kawasan

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong aat meletakkan batu pertama pembangunan koperasi merah putih di Mimika Utara (Foto: Yani/ Torangbisa.com). 

Timika, Torangbisa.com – Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, menegaskan pentingnya masyarakat menjaga tanah dan wilayah adat sekaligus mulai membangun kawasan secara mandiri melalui berbagai aktivitas masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Emanuel Kemong saat membuka acara peresmian Kantor Lembaga Masyarakat Suku Muni Selatan (LEMASMOS) sekaligus peletakan batu pertama pembangunan Koperasi LEMASMOS yang digelar di Jalan Trans Nabire, Sabtu (26/9/2026).

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Dalam sambutannya, Emanuel menyampaikan permohonan maaf Bupati Mimika Johannes Rettob yang tidak dapat hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menjelaskan, dirinya akhirnya hadir setelah berkoordinasi dengan Bupati.

“Pertama-tama saya menyampaikan ucapan permohonan maaf dari Pak Bupati. Kami berdua belum sepakat siapa yang nanti ke sini. Tetapi pagi tadi saya sudah menyampaikan kepada Pak Bupati dan saya minta izin untuk datang ke sini,” ujarnya.

Menurut Emanuel, kehadirannya juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga situasi tetap aman dan mencegah munculnya aksi pemalangan jalan.

Ia mengapresiasi masyarakat, pengurus LEMASMOS, tokoh agama, tokoh masyarakat, kaum perempuan dan seluruh pihak yang telah bersama-sama membangun kantor LEMASMOS.

“Atas nama pemerintah, saya menyampaikan terima kasih kepada semua yang betul-betul terlibat. Mau bilang begini, saya ada di sini, mari kita sama-sama berbuat sesuatu yang baik. Tanda ada kantor ini, sekali lagi terima kasih,” katanya.

Emanuel menilai keberadaan kantor LEMASMOS dan pembangunan koperasi menjadi awal penting bagi masyarakat untuk mulai menyusun masa depan kawasan tersebut.

Ia menekankan, masyarakat tidak boleh hanya menunggu pemerintah datang membawa pembangunan. Sebaliknya, masyarakat harus terlebih dahulu menunjukkan aktivitas dan kemauan untuk membangun daerahnya.

“Yang kita butuh bukan orang tinggal di pinggir-pinggir, jauh-jauh baru berteriak-teriak. Harus mulai dari kita sendiri dulu. Sudah mulai bergerak seperti ini, masyarakat sudah kumpul dan melakukan sesuatu. Ini yang dibutuhkan di zaman hari ini,” tegasnya.

Menurutnya, masyarakat yang sudah mulai membangun dan berkeringat untuk daerahnya akan lebih mudah mendapat dukungan dari pemerintah.

“Tidak hanya menunggu. Kalau menunggu terus, dia akan terlewat. Tapi mulai dengan aktivitas, mulai dengan keringat dulu, baru nanti yang lain akan ditambahkan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Emanuel juga menyinggung persoalan wilayah yang menurutnya menjadi perhatian pemerintah. Ia menyebut kawasan tersebut berada dalam situasi yang berkaitan dengan wilayah tiga kabupaten, yakni Mimika, Dogiyai dan Paniai.

Karena itu, menurut Emanuel, Bupati Mimika telah mengambil kebijakan untuk menempatkan Jerry dan Primoz menjaga kawasan tersebut.

“Tempat ini menjadi tempat yang sedang dalam konflik, konflik antara tiga kabupaten Mimika, Dogiyai, Paniai menyangkut wilayah. Karena itu Pak Bupati ambil kebijakan supaya Jerry dengan Primoz pergi jaga tempat ini dulu,” jelasnya.

Emanuel menegaskan, pembangunan di kawasan tersebut akan terus didorong, namun persoalan batas wilayah tidak boleh menjadi hal yang dipertukarkan.

“Program datang bantu kamu boleh, tapi tidak bicara tentang hak ulai tempat ini. Itu wilayah Mimika. Kalau mereka mau bantu program, tidak apa-apa. Pemerintah pusat juga bantu, provinsi juga bantu, Mimika bantu, semua ramai-ramai tidak apa-apa. Tapi yang dibicarakan adalah tapal batas wilayah itu sudah harga mati,” tegasnya.

Ia meminta masyarakat menjaga kawasan tersebut dengan baik dan melindungi wilayahnya.

“Tempat ini jaga baik, lindungi baik, dan pembangunan kita mulai akan kerjakan,” katanya.

Emanuel juga memberikan pesan khusus kepada masyarakat, terutama generasi muda, agar tidak menjual tanah yang dimiliki.

Ia mengingatkan bahwa tanah merupakan aset penting bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat dan generasi yang akan datang.

“Setelah tempat ini ada, jangan mau lepas-lepas jual tanah di tempat ini. Tidak usah lagi buat jual-jual. Kalau jual, mau lari ke mana lagi nanti? Kita nanti mau ke laut. Kalau kita tidak punya ke laut, lalu lari ke gunung. Lalu tanah ini untuk apa?” ujarnya.

Ia juga meminta generasi muda menjaga diri dari kebiasaan yang dapat menghambat pembangunan.

“Anak muda jangan jual tanah. Anak-anak muda jangan mau minum-minum. Berhenti. Itu yang saya mau tegaskan. Lindungi orang tua, rangkul mereka dan bangun tempat ini,” tegas Emanuel.

Lebih lanjut, Emanuel mengatakan Pemerintah Kabupaten Mimika akan memberikan perhatian khusus terhadap pembangunan kawasan tersebut dalam penyusunan program APBD 2027.

Ia menyebut pembangunan akan dilakukan secara bertahap, mulai dari penataan kampung, pembentukan pemerintahan kampung, pembangunan perumahan, pendidikan hingga pelayanan kesehatan.

“Saya pastikan untuk tahun ini kelihatan agak kesulitan untuk membangun karena ini bicara tentang dana. Tetapi dalam waktu dekat, dalam penyusunan program APBD tahun 2027, tempat ini menjadi prioritas untuk kita mulai pembangunan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pembangunan akan dimulai dari pembentukan kampung dan pemerintahan kampung, kemudian dilanjutkan dengan pembangunan rumah, pendidikan, kesehatan dan berbagai infrastruktur lainnya.

“Mulai dengan kampung-kampung, pelantikan kepala-kepala kampung, desainnya mulai jalan, rumah mulai jalan, kemudian pendidikan, kesehatan dan sebagainya sedikit demi sedikit,” ujarnya.

Emanuel juga mengajak pengurus LEMASMOS, tokoh masyarakat, tokoh agama dan seluruh elemen masyarakat untuk terus berkomunikasi dengan pemerintah apabila terdapat persoalan di lapangan.

“Kalau ada masalah, mari kita diskusi. Jangan sungkan-sungkan. Kita cerita-cerita juga dengan Jerry, dengan semua tokoh-tokoh, bapak-bapak pendeta,” katanya.

Ia berharap masyarakat bersama pemerintah dapat menjaga keamanan sekaligus mengawal pembangunan kawasan tersebut secara berkelanjutan.

“Mohon dukungan dari semua. Jaga tempat ini baik-baik. Kita sama-sama membangun tempat ini,” pungkasnya.