Timika, Torangbisa.com – Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika, Samuel Yogi, mengatakan bahwa pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) menjadi salah satu indikator untuk melihat apakah sebuah koperasi berjalan dan berkembang atau tidak.
Hal tersebut disampaikan Samuel saat diwawancarai awak media usai pembukaan pelatihan RAT koperasi tahun 2026 di Hotel Horison Ultima Timika, Rabu (23/9/2026).
Samuel mengatakan, Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Koperasi dan UMKM terus mendorong seluruh koperasi yang ada di Mimika untuk melaksanakan RAT secara rutin.
Menurutnya, RAT menjadi momentum untuk mengevaluasi kembali koperasi, baik dari sisi administrasi, pengelolaan organisasi maupun pengelolaan keuangan.
“Intinya, RAT ini bagaimana semua koperasi yang ada di Kabupaten Mimika membuat RAT sehingga koperasi ini bisa hidup. Kita evaluasi kembali, baik secara administrasi maupun pengelolaan keuangan koperasi,” kata Samuel.
Ia menjelaskan, RAT merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi dalam koperasi. Melalui RAT, seluruh anggota dapat membahas pengelolaan koperasi, termasuk administrasi, keuangan dan arah pengembangan usaha.
Karena itu, Samuel mendorong agar pengelolaan koperasi dilakukan secara transparan, akuntabel, efektif dan efisien sehingga manfaatnya dapat dirasakan seluruh anggota.
“Kita ingin seluruh koperasi di Kabupaten Mimika dikelola secara transparan dan akuntabel, termasuk dalam pengelolaan keuangan, sehingga keinginan seluruh anggota yang bergabung dalam koperasi bisa terakomodasi,” ujarnya.
Samuel mengatakan, pihaknya berkomitmen memberikan pembinaan kepada koperasi yang berada di wilayah pesisir, pegunungan maupun perkotaan.
Dalam pelatihan tersebut, pemerintah menghadirkan narasumber dari kementerian serta menggandeng sejumlah pihak yang memiliki pengalaman dalam pengembangan koperasi dan usaha.
“Kami berkomitmen bagaimana koperasi-koperasi yang ada di gunung, pesisir maupun di kota bisa mengikuti materi yang kami datangkan dari kementerian,” jelasnya.
Samuel menilai koperasi memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat di Mimika apabila dikelola secara profesional.
Ia mengajak masyarakat, termasuk generasi muda dan pelaku UMKM, untuk memanfaatkan peluang pengembangan koperasi dan UMKM yang sedang dibuka pemerintah daerah.
Menurutnya, pengembangan koperasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat dan anggota koperasi.
“Ini waktunya kita bersaing secara sehat. Koperasi Mimika harus bisa bertumbuh dan berkembang. Tidak bisa koperasi itu berdiri sendiri tanpa RAT,” tegasnya.
Ia juga mengajak koperasi yang sudah berkembang untuk dapat menjadi contoh sekaligus tempat belajar bagi koperasi lainnya yang masih membutuhkan pembinaan.
Samuel menyebut terdapat koperasi yang telah memiliki perkembangan usaha cukup signifikan dan diharapkan dapat berbagi pengalaman kepada koperasi lainnya.
“Koperasi-koperasi yang sudah maju ini ke depan kami harapkan bisa menjadi narasumber untuk melatih koperasi yang belum maju. Itu harapan kami,” katanya.
Terkait jumlah koperasi, Samuel menyebut saat ini terdapat lebih dari 120 koperasi yang dinilai masih berjalan dan aktif di Kabupaten Mimika. Jumlah tersebut belum termasuk koperasi yang masuk dalam program Koperasi Merah Putih.
“Yang sehat dan sudah berjalan itu sekitar 120 sekian. Jumlah keseluruhan lebih dari 200, belum lagi Koperasi Merah Putih. Jadi ada tingkatan-tingkatan,” ungkapnya.
Ia mengatakan, sejumlah koperasi binaan telah menunjukkan perkembangan usaha yang cukup baik. Salah satunya koperasi yang menurutnya telah memiliki aktivitas usaha dan perputaran ekonomi cukup besar.
Samuel berharap koperasi yang sudah berkembang tidak hanya fokus pada pengembangan internal, tetapi juga dapat menjadi contoh bagi koperasi lainnya.
Menurutnya, keberadaan koperasi yang sehat dapat menjadi bagian penting dalam memperluas kesempatan masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi.
“Kami ingin koperasi di Mimika bisa berkembang. Yang sudah maju dapat membantu dan membimbing koperasi yang belum maju,” ujarnya.
Samuel menambahkan, Pemerintah Kabupaten Mimika akan terus membuka ruang bagi koperasi dan UMKM untuk berkembang melalui pembinaan, pelatihan serta kerja sama dengan berbagai pihak.
Ia berharap seluruh koperasi di Mimika dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan meningkatkan tata kelola dan menjalankan kewajibannya, termasuk melaksanakan RAT secara rutin.
“Baik pesisir, gunung maupun kota, mari bersatu. Waktunya kita bersaing secara sehat dan waktunya kita bergabung dalam UMKM maupun koperasi,” pungkasnya.

















