Timika, Torangbisa.com – Pendapatan retribusi Pasar Sentral Mimika menunjukkan peningkatan signifikan. Hingga pekan terakhir Oktober 2026, realisasi penerimaan telah mencapai Rp2.098.518.500 atau 95,39 persen dari target tahunan sebesar Rp2,2 miliar.
Capaian tersebut membuat Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika optimistis seluruh target retribusi pasar dapat terpenuhi, bahkan melampaui target sebelum akhir November 2026.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Perdagangan Disperindag Kabupaten Mimika, Matius Way, mengatakan peningkatan penerimaan tidak terlepas dari pengetatan pengawasan serta penjagaan di pintu masuk dan keluar Pasar Sentral Mimika.
Hal tersebut disampaikannya saat dikonfirmasi awak media, Jumat (30/10/2026).
Menurut Matius, sebelum dilakukan pengetatan pengawasan, penerimaan retribusi harian hanya berkisar Rp3 juta hingga Rp4 juta. Namun, setelah dilakukan pembenahan sistem penjagaan dan penunjukan koordinator lapangan, pendapatan meningkat menjadi Rp8 juta hingga Rp9 juta per hari.
“Setelah kita memperketat penjagaan di pintu masuk dan pintu keluar, penerimaan mengalami peningkatan. Sebelumnya sekitar Rp3 juta sampai Rp4 juta per hari, sekarang bisa mencapai Rp8 juta hingga Rp9 juta, bahkan lebih,” jelasnya.
Ia menyebutkan, terdapat tiga jenis retribusi yang menjadi sumber penerimaan Pasar Sentral Mimika, yakni pelayanan persampahan, pelayanan los pasar atau lapak, serta retribusi parkir.
Berdasarkan laporan hingga pekan terakhir Oktober 2026, retribusi pelayanan persampahan memiliki target Rp100 juta dengan realisasi Rp88.437.000 atau 88,44 persen.
Sementara itu, retribusi pelayanan los pasar dan lapak dengan target Rp600 juta telah melampaui target. Realisasinya mencapai Rp666.881.500 atau 111,15 persen.
Untuk retribusi parkir yang memiliki target Rp1,5 miliar, realisasinya telah mencapai Rp1.343.200.000 atau 89,55 persen.
“Dari total target Rp2,2 miliar, realisasi sampai minggu kemarin sudah mencapai Rp2.098.518.500 atau 95,39 persen. Kami optimistis sebelum akhir November seluruh target bisa tercapai, bahkan melampaui,” ungkap Matius.
Ia menambahkan, angka tersebut merupakan laporan hingga pekan terakhir Oktober dan belum termasuk penerimaan pada hari-hari berikutnya yang masih dalam proses penghitungan.
Sementara itu, Koordinator Lapangan (Korlap) Retribusi Pasar Sentral Mimika, Charles Waer, mengatakan penerimaan retribusi dari aktivitas pemungutan di pintu keluar pasar rata-rata mencapai Rp9 juta per hari.
Bahkan, pada hari Sabtu, penerimaan dapat meningkat hingga Rp10 juta sampai Rp11 juta karena aktivitas masyarakat dan pengunjung pasar cenderung lebih ramai menjelang akhir pekan.
Menurut Charles, kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penerimaan harian. Ketika hujan turun, aktivitas masyarakat di pasar dapat berkurang sehingga berdampak pada pendapatan retribusi.
“Pendapatan kita rata-rata per hari Rp9 juta. Tetapi kalau hujan bisa saja turun dari Rp9 juta. Kalau hari Sabtu bisa Rp10 juta bahkan lebih,” jelasnya.
Charles berharap pengawasan dan kedisiplinan petugas di lapangan terus dipertahankan agar penerimaan retribusi Pasar Sentral Mimika tetap stabil dan target yang ditetapkan pemerintah dapat terealisasi.

















