Scroll untuk baca artikel
Pemerintahan

Bupati Mimika Siapkan Profiling 1.000 ASN dan Terapkan Evaluasi Kinerja Elektronik

×

Bupati Mimika Siapkan Profiling 1.000 ASN dan Terapkan Evaluasi Kinerja Elektronik

Sebarkan artikel ini
Bupati Mimika, Johannes Rettob berbincang dengan Wakil bupati mimika, Emanuel kemong dan jajaran pejabat daerah usai apel pagi di Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika (Foto: Yani/ Torangbisa.com).

Bupati Mimika, Johannes Rettob berbincang dengan Wakil bupati mimika, Emanuel kemong dan jajaran pejabat daerah usai apel pagi di Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika (Foto: Yani/ Torangbisa.com).

Timika, Torangbisa.com – Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Mimika dalam waktu dekat akan kembali melaksanakan profiling atau pemetaan kompetensi bagi aparatur sipil negara (ASN) sebagai bagian dari upaya pembenahan sistem manajemen kepegawaian.

Hal tersebut disampaikan Johannes Rettob saat memimpin apel pagi di Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (6/7/2026).

Menurutnya, Pemkab Mimika telah mendapatkan kuota untuk melaksanakan profiling terhadap sekitar 1.000 ASN. Program tersebut akan diprioritaskan bagi pejabat yang belum mengikuti tahapan pemetaan kompetensi sebelumnya, terutama pejabat administrator dan pengawas.

“Dalam waktu dekat kita akan melakukan profiling lagi untuk seribu orang. Yang kemarin belum mengikuti profiling akan kita ikutkan sekarang, terutama pejabat eselon II dan eselon III yang belum mengikuti,” kata Johannes.

Ia menjelaskan, pelaksanaan profiling merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah membangun sistem birokrasi yang lebih profesional, transparan, dan berbasis kompetensi.

Selain itu, pemerintah daerah juga berencana menerapkan sistem evaluasi kinerja ASN secara elektronik yang ditargetkan mulai berjalan tahun ini.

“Ke depan kita akan melakukan pembenahan sistem pemerintahan. Tahun ini juga kita harapkan sudah mulai menerapkan evaluasi kinerja secara elektronik dan dilakukan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui sistem tersebut, setiap ASN nantinya dapat menginput capaian kinerja secara mandiri sehingga proses pemantauan dan penilaian kinerja dapat dilakukan secara lebih objektif dan terukur.

Menurut Johannes, penerapan sistem digital dalam manajemen ASN merupakan langkah penting untuk meningkatkan disiplin, akuntabilitas, serta kualitas pelayanan publik.

“Kita ingin mengetahui apa yang dikerjakan setiap hari. Dengan sistem elektronik, kinerja bisa terukur dan dievaluasi secara berkelanjutan,” katanya.

Bupati juga mengingatkan bahwa pola pikir lama dalam birokrasi harus mulai ditinggalkan. ASN, kata dia, tidak lagi bisa mengandalkan kedekatan atau meminta jabatan tanpa menunjukkan kemampuan dan prestasi kerja.

“Kita sudah terlalu lama terbiasa dengan pola yang santai, berharap segala sesuatu berjalan mudah, bahkan meminta-minta jabatan. Sekarang tidak bisa lagi seperti itu,” tegasnya.

Johannes menekankan bahwa promosi dan pengembangan karier ASN harus didasarkan pada kompetensi, prestasi, dedikasi, integritas, serta kemampuan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.

“Kita harus menunjukkan profesionalisme, prestasi kerja, dedikasi, integritas, inisiatif, dan tanggung jawab yang tinggi. Itu yang menjadi dasar untuk membangun birokrasi yang kuat dan melayani masyarakat dengan baik,” pungkasnya.

Pemerintahan

Timika, Torangbisa.com – Bupati Mimika, Johannes Rettob, menegaskan tidak akan mentolerir aparatur sipil negara (ASN) yang melanggar disiplin, termasuk pegawai yang mabuk saat jam kerja, menyalahgunakan atribut kedinasan, melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), hingga perilaku yang mencoreng nama baik pemerintah daerah.