Timika, Torangbisa.com – Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika menerima aspirasi kelompok pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), khususnya mama-mama Papua yang menjalankan usaha di kawasan Gorong-Gorong.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika, Samuel Yogi, mengatakan pihaknya telah menerima sejumlah keluhan dan aspirasi terkait keberlangsungan usaha kelompok mama-mama Papua di kawasan tersebut.
Hal itu disampaikan Samuel saat ditemui awak media di kantornya, Senin (7/9/2026).
Menurutnya, salah satu aspirasi yang disampaikan berkaitan dengan kebutuhan tempat atau pondok usaha yang selama ini digunakan mama-mama Papua untuk berjualan.
“Pada intinya kami sudah menerima keluhan dan aspirasi dari masyarakat, mama-mama Papua, lebih khususnya di Gorong-Gorong,” kata Samuel.
Ia mengatakan, pemerintah daerah melalui Dinas Koperasi dan UMKM akan berupaya memfasilitasi komunikasi antara kelompok UMKM dengan pihak perusahaan, termasuk terkait kebutuhan pembangunan maupun pembenahan tempat usaha.
Samuel menyebut pihaknya siap berkoordinasi dengan PT Freeport Indonesia (PTFI) untuk membahas kebutuhan tersebut, sehingga tempat usaha mama-mama Papua dapat dibenahi sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.
“Kami pemerintah siap nanti memfasilitasi dengan PT Freeport dan juga dengan mama-mama, sehingga mereka bisa bangun sesuai dengan apa yang disampaikan oleh PT Freeport dan juga dari kami di dinas,” ujarnya.
Samuel mengatakan, Dinas Koperasi dan UMKM Mimika juga berencana mendorong pembenahan UMKM di kawasan Gorong-Gorong pada tahun depan.
Pembenahan tersebut tidak hanya menyangkut tempat usaha, tetapi juga pendampingan dan pembinaan agar mama-mama Papua dapat mengembangkan usaha serta meningkatkan pemasaran produk mereka.
“Kami harapan bahwa tahun depan kami akan dorong bagaimana supaya benahi UMKM yang ada di Gorong-Gorong dan juga mendampingi, membina sehingga mama-mama Papua ini mereka bisa untuk jual usaha mereka,” jelasnya.
Ia menyebut sejumlah produk yang dijual mama-mama Papua antara lain pinang, noken, aksesori, sagu dan berbagai produk lainnya.
Menurutnya, produk-produk tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan sehingga dapat dipasarkan secara lebih luas.
“Kami berharap produk mereka ini ke depan bisa dijual dengan baik,” katanya.
Salah satu mama Papua yang berjualan pinang di kawasan Gorong-Gorong mengatakan, mereka datang menyampaikan aspirasi karena tempat usaha yang selama ini digunakan untuk berjualan telah dibongkar.
Ia menjelaskan, kelompoknya memiliki pondok untuk menjual sagu dan pinang. Namun, pondok tersebut dibongkar karena adanya pekerjaan penurunan tiang power train.
“Kami punya pondok sagu, pinang. Kemarin dibongkar disebabkan karena penurunan tiang power train. Jadi kami selama dua minggu lebih telah menjual,” ungkapnya.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat mereka kesulitan melanjutkan aktivitas usaha yang menjadi salah satu sumber pendapatan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Karena itu, mereka berharap pemerintah dapat membantu agar tempat usaha tersebut segera mendapatkan solusi sehingga mama-mama Papua bisa kembali berjualan.
“Itu yang kami datang kepada Bapak Kepala Dinas untuk membawa aspirasi kami, agar kami bisa segera dibantu. Kami mau melanjutkan kegiatan kami menjual,” katanya.
Ia menambahkan, pendapatan dari berjualan tersebut sangat penting untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk biaya pendidikan anak-anak.
“Berdasarkan anak-anak kami ada sekolah dan kehidupan makan minum kami, dalam keadaan yang sekarang mengalami kesulitan. Itu yang kami datang,” ujarnya.
Lebih lanjut, Samuel berharap pihak perusahaan dapat turut memberikan dukungan terhadap keberadaan UMKM mama-mama Papua di Gorong-Gorong, khususnya dalam penyediaan atau pembenahan pondok tempat mereka berjualan.
Ia menilai dukungan tersebut penting sebagai bagian dari upaya bersama dalam pengembangan UMKM dan peningkatan ekonomi masyarakat.
“Kami punya harapan mungkin PT Freeport bisa bantu, mungkin ada sumbangan kepada mama-mama. Itu penting,” ungkapnya.
Samuel menegaskan, Dinas Koperasi dan UMKM Mimika akan terus berkoordinasi dengan pihak perusahaan dalam rangka mendukung pengembangan UMKM di daerah.
“Kami dari Dinas Koperasi dan UMKM secara resmi menerima aspirasi dan kami tetap akan kerja sama dengan PT Freeport,” pungkasnya..
















