Timika, Torangbisa.com – Pemerintah Kabupaten Mimika berencana membangun tiga pos pemadam kebakaran (Damkar) baru guna memperluas jangkauan pelayanan penanggulangan kebakaran di wilayah Mimika.
Hal tersebut disampaikan Bupati Mimika, Johannes Rettob, saat diwawancarai awak media usai mengikuti Upacara Hari Lahir Pancasila di Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (01/06/2026).
Johannes mengatakan, pembangunan tiga pos pemadam kebakaran tersebut menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam penanganan kebakaran dan keadaan darurat lainnya.
“Tahun ini kami rencanakan pendirian pemadam kebakaran menjadi tiga tempat. Untuk tahap awal tiga tempat, satu di kota, satu di bagian utara, dan satu di bagian selatan atau Mimika Timur,” ujar Johannes.
Menurutnya, pos pemadam kebakaran di wilayah Mimika Timur nantinya akan dipersiapkan untuk melayani masyarakat hingga kawasan Pomako dan sekitarnya.
Ia mengungkapkan bahwa lokasi pembangunan untuk salah satu pos tersebut telah disurvei dan dinilai layak untuk digunakan.
“Tempatnya kemarin juga saya sudah survei dan sudah oke,” katanya.
Meski demikian, Johannes menjelaskan bahwa pembangunan fisik masih menunggu proses penganggaran dan persetujuan dari DPRK Mimika sebelum dapat direalisasikan.
“Kita harus anggarkan dulu dan disetujui oleh DPR terlebih dahulu,” jelasnya.
Sementara menunggu pembangunan pos baru, Johannes memastikan pelayanan yang dilakukan oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mimika tetap berjalan normal.
Menurutnya, hingga saat ini tidak ada kendala berarti dalam operasional petugas selain faktor jarak tempuh menuju lokasi kejadian yang masih menjadi tantangan utama.
“Kalau untuk sementara, kinerja Damkar dan BPBD tetap berjalan baik. Kendala yang paling utama hanya jarak pelayanan saja,” ungkapnya.
Dengan adanya penambahan pos pemadam kebakaran di sejumlah wilayah strategis, Pemerintah Kabupaten Mimika berharap respons penanganan kebakaran dapat lebih cepat dan menjangkau masyarakat yang berada di daerah pinggiran maupun kawasan pesisir.

















