Scroll untuk baca artikel
Khas RedaksiMimika

Johannes Rettob Buka Alasan Proyek Fisik Mimika Belum Jalan: Harga Barang Naik hingga 22 Persen

×

Johannes Rettob Buka Alasan Proyek Fisik Mimika Belum Jalan: Harga Barang Naik hingga 22 Persen

Sebarkan artikel ini
Bupati mimika, Johannes rettob saat di wawancarai awak media (Foto: Yani/ Torangbisa.com).

Timika, Torangbisa.com – Di tengah sorotan publik terkait lambannya realisasi pembangunan di Kabupaten Mimika, Bupati Johannes Rettob akhirnya menjelaskan penyebab utama belum bergeraknya sejumlah proyek fisik. Menurutnya, lonjakan harga material dan biaya distribusi memaksa pemerintah melakukan evaluasi besar-besaran sebelum proses lelang dilaksanakan.

Hal itu disampaikan Johannes saat diwawancarai awak media usai Upacara Hari Lahir Pancasila di Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (01/06/2026).

Menanggapi berbagai pertanyaan masyarakat yang ramai beredar di media sosial terkait lambannya pembangunan daerah, Johannes mengatakan pemerintah daerah telah berulang kali menjelaskan kondisi tersebut.

“Saya sudah jelaskan berkali-kali. Pembangunan di kabupaten ini ada beberapa komponen belanja, yaitu belanja pegawai, belanja jasa, dan belanja modal. Belanja pegawai berjalan, belanja jasa juga sudah berjalan. Yang belum hanya belanja modal,” kata Johannes.

Ia menjelaskan, belanja modal yang berkaitan dengan proyek-proyek fisik masih menunggu hasil evaluasi dan review terhadap tingkat kemahalan harga yang terjadi saat ini.

Menurutnya, lonjakan harga bahan bakar dan material bangunan berdampak langsung terhadap biaya pelaksanaan proyek di Mimika.

“Kami sedang melakukan evaluasi dan review terkait kemahalan harga. Kalau kita lelang sekarang, belum tentu ada kontraktor yang mau ikut karena kenaikan harga sangat tinggi,” ujarnya.

Johannes mengungkapkan bahwa harga solar yang sebelumnya berada di kisaran Rp11 ribu hingga Rp12 ribu per liter kini telah melonjak hingga sekitar Rp25 ribu sampai Rp26 ribu per liter. Selain itu, harga berbagai material di pabrik-pabrik besar di Jakarta dan Surabaya juga mengalami kenaikan rata-rata hingga 22 persen.

“Kenaikan harga material sudah mencapai sekitar 22 persen. Itu belum termasuk biaya pengiriman ke Mimika. Karena itu kita harus evaluasi secara menyeluruh terlebih dahulu,” jelasnya.

Ia memastikan proses review tersebut ditargetkan selesai pada pertengahan Juni 2026. Setelah hasil evaluasi rampung, pemerintah daerah akan segera melanjutkan proses pelelangan dan pelaksanaan proyek pembangunan.

“Pertengahan Juni ini review kita sudah selesai. Setelah itu kita mulai jalan,” tegasnya.

Sementara itu, Johannes memastikan kegiatan yang berkaitan dengan belanja jasa, termasuk jasa konsultan dan program-program lainnya, tetap berjalan sesuai rencana dan tidak mengalami hambatan.

Pemerintah Kabupaten Mimika berharap proses evaluasi tersebut dapat menghasilkan penyesuaian yang realistis sehingga pembangunan dapat berjalan efektif tanpa mengabaikan kondisi ekonomi dan harga pasar yang terus mengalami perubahan.