Mimika

Wabup Mimika Dorong Pengembangan Pangan Lokal di Wilayah 3T, Siapkan Konsep Mandiri Berbasis Masyarakat

×

Wabup Mimika Dorong Pengembangan Pangan Lokal di Wilayah 3T, Siapkan Konsep Mandiri Berbasis Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong (Foto: Istimewa)

Timika, Torangbisa.com – Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mengembangkan program makanan bergizi berbasis potensi lokal di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) melalui pendekatan kemandirian masyarakat dan pemetaan wilayah.

Ia mengungkapkan bahwa pemerintah daerah mulai melakukan evaluasi sekaligus penjajakan pengembangan program makanan bergizi di wilayah pedalaman yang masuk kategori 3T.

Kemong menjelaskan bahwa langkah awal yang dilakukan adalah survei menyeluruh terhadap kesiapan wilayah dan masyarakat.

“Kita mulai dari survei dulu. Kita lihat kesiapan masyarakat, dukungan masyarakat, dan potensi yang bisa dikembangkan di masing-masing daerah,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan yang digunakan tidak lagi mengandalkan pasokan dari luar daerah karena dinilai memakan biaya tinggi. Sebaliknya, pemerintah akan mendorong pemanfaatan sumber daya lokal sebagai basis utama.

“Kita tidak bisa terus membawa dari luar. Biayanya tinggi. Jadi kita mulai dengan apa yang ada di sana, makanan lokal kita kembangkan,” jelasnya.

Kemong menambahkan, tidak semua wilayah akan langsung dijalankan program tersebut. Pemerintah akan melakukan pemetaan titik-titik prioritas berdasarkan kesiapan masyarakat serta penerimaan terhadap program.

Selain itu, sosialisasi juga menjadi kunci agar program dapat diterima dengan baik oleh masyarakat setempat.

“Harus ada pengertian dulu. Jangan sampai program datang tapi ditolak karena masyarakat belum siap,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia memaparkan konsep besar yang sedang disiapkan, yakni membangun ekosistem ekonomi berbasis masyarakat yang terintegrasi.

Dalam konsep ini, program makanan bergizi akan didukung oleh berbagai sektor seperti koperasi, pertanian, peternakan, hingga perkebunan.

“Kita dorong ada peternakan ayam, babi, kemudian pertanian sayur dan buah. Ini menjadi penyangga program makanan bergizi, juga untuk sekolah rakyat dan kebutuhan lainnya,” katanya.

Ia juga menyebut peran Koperasi Merah Putih sebagai salah satu simpul distribusi yang tidak hanya mendatangkan barang dari luar, tetapi juga menyerap hasil produksi masyarakat lokal.

Dengan konsep tersebut, diharapkan tercipta kemandirian ekonomi sekaligus keberlanjutan program di wilayah pedalaman.

Meski demikian, Kemong menegaskan bahwa fokus utama saat ini masih pada penyelesaian program di wilayah perkotaan sebelum diperluas ke daerah 3T.

“Kita arah ke sana, tapi kita selesaikan dulu yang di kota,” pungkasnya.