Scroll untuk baca artikel
Ads
Ekonomi

Pemprov Papua: Pengusaha PNG ingin datangkan barang dari Jayapura

×

Pemprov Papua: Pengusaha PNG ingin datangkan barang dari Jayapura

Sebarkan artikel ini

[ad_1]

Jayapura (TORANGBISA) – Plt Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Papua Suzana Wanggai menyebutkan pengusaha asal Papua Nugini (PNG) ingin bermitra dengan pengusaha Papua untuk mendatangkan berbagai barang/bahan kebutuhan dari Jayapura.

 

Ads

Suzana menyebutkan beberapa pengusaha asal PNG beberapa kali menanyakan tentang peluang kerja sama dengan pengusaha Indonesia khusus yang berada di Jayapura untuk memasok dan memenuhi kebutuhan masyarakat di negaranya.

 

“Para pengusaha asal PNG ingin bermitra agar bisa memasok berbagai barang dari Jayapura misalnya barang elektronik dan bangunan untuk dijual di negaranya,” kata Plt Asisten II Sekda Provinsi Papua Suzana Wanggai di Jayapura, Rabu (17/04).

 

Diakui, keinginan untuk bermitra dengan pengusaha Jayapura karena harga berbagai jenis barang lebih murah di banding dengan di PNG.

 

Apalagi banyak warga PNG khususnya yang bermukim di sekitar perbatasan RI-PNG lebih memilih berbelanja ke pusat perbelanjaan yang ada di Kota Jayapura atau di pasar Skouw yang berjarak sekitar 500 meter dari PLBN Skouw.

 

Keinginan pengusaha PNG itu sudah disampaikan ke para pengusaha di Kota Jayapura dan diharapkan dapat segera terealisasi sehingga lebih banyak lagi barang-barang asal Indonesia yang diperdagangkan.

 

“Pemprov Papua akan mendukung rencana tersebut dan berharap pengusaha Papua terutama yang di Jayapura melirik pangsa pasar di PNG,” harap Plt Asisten II Sekda Pemprov Papua Suzana Wanggai.

 

Ketua Kadin Papua Ronald Anthonio secara terpisah berharap Kota Jayapura dijadikan pusat ekspor ke PNG karena jaraknya lebih dekat dibanding bila dilakukan dari Jakarta atau kota lainnya di Indonesia.

 

Untuk ke wilayah PNG dari Jayapura bisa melalui jalan darat melintasi PLBN Skouw ke Vanimo, Provinsi West Sepik atau menggunakan kapal.

 

“Peluang ekspor ke PNG memang masih terbuka luas, ” kata Ketua Kadin Papua Ronald Anthonio.

 

Ads