Scroll untuk baca artikel
Ads
Info Terbaru

Pemkab Jayapura ajak OAP dan Transmigran Besum Hidup Rukun

×

Pemkab Jayapura ajak OAP dan Transmigran Besum Hidup Rukun

Sebarkan artikel ini

SENTANI, (torangbisa.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura, Papua, mengharapkan tatanan kehidupan yang telah berlangsung puluhan tahun antara Orang Asli Papua (OAP) setempat dan transmigran di Kampung Karya Bumi, Besum, maupun sekitarnya tetap terpelihara dan hidup dengan rukun.

Penjabat (Pj) Bupati Jayapura Triwarno Purnomo dalam siaran pers yang diterima TORANGBISA di Sentani, Sabtu, mengatakan semua pihak untuk bersama-sama memulihkan situasi di Kampung Karya Bumi, Besum, Namblong, Kabupaten Jayapura, Papua.

Ads

“Mari kita bikin damai Kampung Karya Bumi, Besum, dengan tetap jaga kasih dan damai sesama manusia yang hidup dan tinggal di sini,” katanya.

Menurutnya, tatanan kehidupan yang sudah berlangsung puluhan tahun di Besum terus dijaga bersama-sama. Ia mengatakan  adat juga menginginkan keseimbangan ketenteraman hidup, sehingga ia meminta jangan ada yang menjadi “api”  lagi tetapi menjadi air dan itu sesuai permintaan keluarga duka.

“ Jadi jangan lagi menjadi api tetapi air, supaya semuanya menjadi sejuk bahkan damai. Jika itu terjadi, maka menunjukkan adanya tatanan adat dengan masyarakat transmigran bisa dirasakan manfaatnya,” ujar Triwarno.

Dalam kondisi seperti ini, lanjutnya, mari semua harus saling mengasihi satu dengan yang lain sehingga kedamaian itu tercipta.

“Memang kita perlu ikhlas dan toleransi yang tinggi, bahkan lapang dada, bahwa masih ada harapan yang lebih baik untuk kita jaga dan pelihara tatanan hidup berdampingan yang sudah berlangsung puluhan tahun ini,” katanya.

Dia menambahkan masyarakat OAP setempat dan warga transmigran sudah hidup sama-sama dalam kurung waktu yang lama di  Besum.

“Berkebun sama-sama, begitupun bertani, termasuk berdagang dan kegiatan sosial. Jadi mari kita semua menjaga, memelihara kasih yang sudah ada,” ujarnya.

Dia juga mengharapkan ke depan bukan hanya menjaga tetapi mempertahankan kasih dan perdamaian yang sudah ada sehingga tercipta kedamaian sehingga masyarakat bisa beraktivitas kembali beraktivitas seperti biasa.

“Kita harus jaga perdamaian dan toleransi supaya semua kembali normal, aktivitas ekonomi, pendidikan dan lainnya kembali berjalan seperti biasa,” katanya.

Proses perdamaian berlangsung di Balai adat Kwansu Bano, pertigaan Kwansu, dengan beberapa tuntutan masyarakat adat Grime Nawa yang disampaikan di hadapan Penjabat Bupati Jayapura Triwarno Purnomo pada 5 Januari 2024.

Ads