Timika, Torangbisa.com – Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengungkapkan keprihatinannya terhadap dampak penutupan sejumlah rute penerbangan ke wilayah Papua yang dilakukan beberapa operator maskapai.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu distribusi barang, bahan kebutuhan pokok, hingga pasokan obat-obatan ke daerah pedalaman.
Hal itu disampaikan Johannes Rettob saat diwawancarai awak media di Hotel Horison Ultima Timika, Rabu (08/07/2026).
Menurut Johannes, masyarakat yang membutuhkan layanan transportasi udara menuju wilayah pedalaman diharapkan dapat bersabar hingga situasi kembali kondusif dan maskapai penerbangan kembali beroperasi secara normal.
“Hampir semua operator penerbangan menutup penerbangannya ke Papua. Karena itu kita berharap masyarakat yang membutuhkan jasa transportasi ke wilayah pedalaman dapat bersabar sampai situasi kembali kondusif dan operator penerbangan kembali terbang,” katanya.
Ia menjelaskan, transportasi udara merupakan urat nadi distribusi logistik di sebagian besar wilayah Papua, khususnya daerah-daerah yang sulit dijangkau melalui jalur darat maupun laut. Akibatnya, penghentian penerbangan berpotensi menimbulkan kesulitan dalam penyaluran berbagai kebutuhan masyarakat.
“Semua pembangunan, makanan, minuman dan kebutuhan lainnya sebagian besar diangkut menggunakan pesawat. Kalau penerbangan terganggu, maka akses transportasi dan distribusi barang juga akan mengalami kesulitan,” ujarnya.
Meski demikian, Johannes memastikan pelayanan pemerintahan dan pelayanan masyarakat di wilayah Kabupaten Mimika sejauh ini masih berjalan normal.
Namun ia mengingatkan bahwa jika kondisi tersebut berlangsung lama, dampaknya bisa mulai dirasakan oleh masyarakat.
“Kalau di wilayah kita masih berjalan. Tetapi suatu saat pasti akan mengalami kendala apabila situasi ini berlangsung terus,” katanya.
Salah satu kekhawatiran terbesar pemerintah daerah, lanjut Johannes, adalah ketersediaan obat-obatan dan kebutuhan dasar lainnya yang selama ini sangat bergantung pada transportasi udara.
“Persoalan obat-obatan juga menjadi perhatian. Kita hanya menunggu sampai kapan kondisi ini bisa kembali normal. Wilayah masih berjalan, tetapi ketika operator penerbangan tidak mau terbang ke pedalaman, tentu akan berdampak pada pelayanan,” tuturnya.
Pemerintah Kabupaten Mimika berharap situasi keamanan dan operasional penerbangan di Papua segera pulih sehingga mobilitas masyarakat serta distribusi logistik ke wilayah pedalaman dapat kembali berjalan lancar.

















