Scroll untuk baca artikel
Pemerintahan

Bupati Johannes Rettob: Pembangunan Mimika Tetap Berjalan, Proyek Fisik Tinggal Menunggu Proses Tender

×

Bupati Johannes Rettob: Pembangunan Mimika Tetap Berjalan, Proyek Fisik Tinggal Menunggu Proses Tender

Sebarkan artikel ini
Bupati Mimika, Johannes Rettob saat dijumpai awak media usai menghadiri rapat koordinasi panitia MTQ ke 1 (Foto: Yani/ Torangbisa.com). 

Timika, Torangbisa.com – Bupati Mimika, Johannes Rettob, menanggapi anggapan sebagian masyarakat yang menilai pembangunan di Kota Timika belum terlihat, terutama dari sisi pembangunan fisik.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya diukur dari proyek fisik, tetapi juga mencakup pembangunan sumber daya manusia dan berbagai sektor lainnya.

Hal itu disampaikan Johannes Rettob saat diwawancarai awak media usai menghadiri Rapat Koordinasi Panitia Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-I Tingkat Provinsi Papua Tengah di Hotel Grand Tembaga, Sabtu (11/7/2026).

Johannes menjelaskan bahwa keterlambatan pembangunan fisik bukan karena pemerintah tidak bekerja, melainkan karena seluruh proyek harus melalui tahapan administrasi dan prosedur sesuai ketentuan yang berlaku.

“Pembangunan itu bukan hanya fisik. Ada pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan pembinaan masyarakat. Untuk pembangunan fisik sendiri harus melalui prosedur. Kalau seluruh proses selesai dan anggaran tersedia, maka pekerjaan pasti berjalan,” ujarnya.

Ia mengatakan saat ini Pemerintah Kabupaten Mimika tengah menyelesaikan proses tender sejumlah proyek pembangunan. Setelah proses tersebut rampung, pekerjaan fisik akan segera dimulai.

“Sekarang kita sedang dalam proses tender. Setelah selesai, pekerjaan tinggal dilaksanakan. Perencanaannya sudah siap, sehingga pelaksanaan hanya membutuhkan waktu beberapa bulan,” katanya.

Menurut Johannes, kondisi tersebut tidak hanya terjadi di Kabupaten Mimika, tetapi juga dialami banyak daerah di Indonesia. Ia menyebut situasi ekonomi nasional yang dipengaruhi kondisi geopolitik dunia serta penyesuaian kebijakan pemerintah pusat berdampak pada kemampuan fiskal daerah.

“Secara nasional dana transfer ke daerah mengalami penyesuaian. Kondisi ini dirasakan hampir seluruh daerah, bukan hanya Mimika. Karena itu, kita harus menyesuaikan pelaksanaan program pembangunan dengan kemampuan anggaran yang ada,” jelasnya.

Meski demikian, Johannes memastikan seluruh program pembangunan yang telah direncanakan tetap akan dilaksanakan setelah seluruh tahapan administrasi dan pengadaan selesai.

“Kami meminta masyarakat bersabar. Begitu proses tender selesai, pembangunan fisik akan segera berjalan sesuai perencanaan yang telah disiapkan,” pungkasnya.