Scroll untuk baca artikel
Olahraga

Sulut Ajukan Pengalihan Tuan Rumah, PON Beladiri 2026 Ditunda ke 2027, KONI Mimika Minta 3 Cabor Bersabar  

×

Sulut Ajukan Pengalihan Tuan Rumah, PON Beladiri 2026 Ditunda ke 2027, KONI Mimika Minta 3 Cabor Bersabar  

Sebarkan artikel ini
Hasil screenshot surat dari Gubernur Sulawesi Utara kepada Ketua Umum KONI Pusat terkait Pengalihan tempat penyelenggaraan PON Beladiri (Foto: Screenshot)

Timika, Torangbisa.com – Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri yang sebelumnya direncanakan berlangsung di Provinsi Sulawesi Utara pada Oktober 2026 menghadapi kendala.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara secara resmi mengajukan permohonan pengalihan tuan rumah kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat karena kondisi fiskal daerah yang mengalami perubahan.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Permohonan tersebut disampaikan melalui surat bernomor 400.4/26.4327/SEKR-DIKPORA yang ditujukan kepada KONI Pusat di Jakarta dan ditandatangani Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selwanus.

Dalam surat tersebut, Pemprov Sulawesi Utara menjelaskan bahwa pihaknya sebelumnya telah menunjukkan komitmen dengan mengalokasikan anggaran sekitar Rp40 miliar untuk pembenahan sarana dan prasarana, persiapan teknis pertandingan, serta pembinaan atlet daerah.

Namun, dalam perkembangannya terjadi perubahan kondisi fiskal daerah. Salah satunya akibat pengurangan transfer ke daerah kurang dari Rp600 miliar, kewajiban pembayaran pinjaman pemulihan ekonomi, serta kebutuhan penanganan dampak bencana alam gempa bumi yang menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas yang sebelumnya direncanakan menjadi venue pertandingan.

Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung terhadap kemampuan fiskal Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam memenuhi keseluruhan kebutuhan penyelenggaraan PON Beladiri.

Selain persoalan fiskal daerah, Pemprov Sulut dalam suratnya juga menyebutkan bahwa berdasarkan hasil pembahasan dengan KONI Pusat, hingga saat ini dukungan anggaran KONI Pusat untuk pembayaran penyelenggaraan PON Beladiri 2026 belum tersedia.

Atas berbagai pertimbangan tersebut, Pemprov Sulawesi Utara kemudian meminta KONI Pusat mempertimbangkan pengalihan penyelenggaraan PON Beladiri 2026 ke provinsi lain yang dinilai memiliki kesiapan pendanaan dan penyelenggaraan yang memadai.

Menanggapi permohonan tersebut, Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman juga menyampaikan perkembangan terkait rencana penyelenggaraan PON Beladiri melalui surat bernomor 680/BPP/VIII/2026 kepada para gubernur seluruh Indonesia.

Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa KONI Pusat mencermati kondisi yang terjadi di Sulawesi Utara. Namun, dengan waktu yang semakin terbatas, KONI Pusat menilai tidak memiliki waktu yang cukup untuk melakukan pengalihan tempat penyelenggaraan PON Beladiri 2026 ke provinsi lain.

Karena itu, rencana PON Beladiri yang semula dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 diputuskan untuk dialihkan pelaksanaannya ke tahun 2027, bersamaan dengan seluruh cabang olahraga beladiri lainnya.

Keputusan tersebut sekaligus menjadi pertimbangan bagi daerah-daerah yang selama ini telah mempersiapkan atlet untuk mengikuti ajang olahraga beladiri tingkat nasional tersebut.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Kabupaten Mimika, Antonius Kemong, menyikapi informasi mengenai penundaan PON Beladiri tersebut dengan meminta seluruh pihak, khususnya cabang olahraga beladiri di Mimika, untuk tidak terburu-buru mengambil kesimpulan.

Antonius mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan kebenaran surat KONI Pusat yang saat ini beredar karena secara resmi surat tersebut belum diterima KONI Kabupaten Mimika dari KONI Provinsi Papua Tengah.

“Terkait surat KONI Pusat yang sedang beredar, belum bisa dipastikan kebenarannya sebab surat tersebut secara resmi kami belum terima dari KONI Provinsi Papua Tengah,” ujar Antonius.

Untuk itu, ia meminta seluruh pihak untuk bersabar sambil menunggu kepastian resmi dari KONI Provinsi Papua Tengah maupun KONI Pusat.

“Jadi untuk sementara kita semua bersabar dulu, menunggu kepastian dan kebenarannya,” katanya.

Antonius menjelaskan, KONI Kabupaten Mimika saat ini sebenarnya tengah mempersiapkan berbagai tahapan bagi tiga cabang olahraga beladiri asal Mimika, yakni Muaythai, Kick Boxing dan Tinju, untuk menghadapi PON Beladiri.

Persiapan tersebut mencakup tahapan pendataan, kesiapan atlet hingga proses seleksi dan pemenuhan persyaratan yang dibutuhkan untuk mengikuti ajang nasional tersebut.

Namun, dengan munculnya informasi mengenai perubahan jadwal penyelenggaraan, KONI Mimika memilih untuk menunggu kepastian resmi.

“KONI Mimika sendiri saat ini sedang mempersiapkan tahapan-tahapan untuk tiga cabor beladiri asal Mimika, yakni Muaythai, Kick Boxing dan Tinju, untuk mengikuti PON Beladiri. Tetapi dengan adanya informasi seperti ini, kami sampaikan kepada tiga cabor ini untuk bersabar dulu sampai ada kepastian tetap,” tegasnya.