Timika, Torangbisa.com — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Mimika mulai mematangkan persiapan atlet menghadapi seleksi Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) KONI Provinsi Papua Tengah menuju PON Beladiri Sulut 2026.
Persiapan tersebut dilakukan melalui tes kemampuan fisik bagi atlet dari tiga cabang olahraga (cabor), yakni Muaythai, Tinju dan Kick Boxing. Tes dijadwalkan berlangsung pada 6 September 2026, setelah pelantikan Koordinator KONI tingkat distrik yang direncanakan pada 5 September mendatang.
Kepala Bidang Sport Science KONI Mimika sekaligus Kepala Pelatih Muaythai, J. Jones Ayorbaba, mengatakan tes fisik tersebut menjadi bagian penting dalam proses pemetaan kemampuan atlet sebelum mengikuti seleksi Pelatda Papua Tengah.
“Rencana kita tes atlet Muaythai, Tinju dan Kick Boxing. Persiapan ini untuk seleksi atlet Pelatda Provinsi Papua Tengah oleh KONI Provinsi Papua Tengah menuju PON Beladiri Sulut 2026,” kata Jones.
Menurutnya, ketiga cabor tersebut menjadi fokus persiapan karena KONI Mimika ingin mengetahui secara objektif kondisi fisik dan kemampuan masing-masing atlet yang berpotensi dipersiapkan menuju ajang nasional tersebut.
“Kita ingin melihat mereka punya kemampuan fisik seperti apa. Tes kemampuan ini fungsinya supaya kita bisa melihat dan menilai level atau zona atlet. Apakah masih berada di zona uji coba atau sudah masuk zona medali,” jelasnya.
Jones menambahkan, tes yang dilakukan tidak hanya mengukur kekuatan atlet, tetapi mencakup sejumlah komponen fisik yang dibutuhkan dalam olahraga beladiri.
Untuk aspek strength dan endurance, atlet akan menjalani beberapa tes seperti push up, sit up, pull up dan back up.
Sementara untuk mengukur flexibility atau kelenturan, atlet akan mengikuti tes sit and reach serta split kiri dan kanan.
Selanjutnya, kemampuan explosive power akan diukur melalui tes loncatan vertikal. Atlet juga akan menjalani pengukuran speed dan agility untuk mengetahui kecepatan serta kelincahan dalam bergerak.
“Terakhir ada endurance, baik aerob maupun anaerob. Jadi beberapa komponen ini yang akan kita ukur untuk mengetahui kemampuan fisik atlet secara keseluruhan,” ujarnya.
Ia menegaskan, hasil tes nantinya akan menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih untuk mengetahui posisi dan kesiapan masing-masing atlet. Dengan demikian, program latihan dapat disusun lebih terarah sesuai kebutuhan setiap atlet.
Langkah tersebut diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet beladiri Mimika yang memiliki kesiapan fisik dan mental untuk bersaing dalam seleksi Pelatda Papua Tengah sekaligus memperkuat kontingen menuju PON Beladiri Sulut 2026.
















