Scroll untuk baca artikel
Ekonomi

Festival UMKM Nasional Mimika ke-10 Ditutup, Omzet Tembus Rp670,7 Juta

×

Festival UMKM Nasional Mimika ke-10 Ditutup, Omzet Tembus Rp670,7 Juta

Sebarkan artikel ini
Kegiatan ditutup dengan tanda pemukulan tifa (Foto: Yani/ Torangbisa.com).

Timika, Torangbisa.com – Festival UMKM Nasional Kabupaten Mimika ke-10 tahun 2026 resmi ditutup, Rabu (12/08/2026), di Emeneme Yauware. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut mencatat omzet penjualan pelaku UMKM mencapai Rp670.759.500.

Staf Ahli Bupati Mimika Bidang Pemerintahan, Politik dan Hukum, Yohana Paliling, saat menutup rangkaian kegiatan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan festival.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Mimika, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada panitia, perangkat daerah terkait, para pelaku UMKM, pelaku dunia usaha, perbankan, mitra pembangunan, serta seluruh pihak yang telah memberikan waktu dan dukungan,” ujar Yohana.

Ia mengatakan, selama pelaksanaan festival, masyarakat dapat melihat berbagai produk, karya dan kreativitas pelaku UMKM Mimika. Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti besarnya potensi ekonomi masyarakat yang masih dapat dikembangkan.

Yohana menegaskan, berakhirnya festival bukan berarti berakhir pula proses pengembangan usaha para pelaku UMKM.

“Justru momen ini harus menjadi titik lanjut untuk membawa hasil-hasil yang telah ditampilkan selama kegiatan ini ke dalam aktivitas usaha yang lebih konsisten, terencana dan berkelanjutan,” katanya.

Ia mengajak pelaku UMKM untuk terus berkarya, menjaga kepercayaan konsumen, meningkatkan pelayanan, memperhatikan kualitas produk maupun jasa, serta membangun identitas produk yang menjadi keunggulan masing-masing.

Selain itu, pelaku UMKM diminta terus meningkatkan kemampuan dalam membaca peluang usaha, memanfaatkan teknologi, mengelola keuangan dan membangun relasi usaha.

Menurut Yohana, kemajuan UMKM membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri sehingga diperlukan keterlibatan perbankan dalam memperluas akses pembiayaan, dunia usaha dalam membangun kemitraan, lembaga pendidikan dalam meningkatkan kompetensi, media dalam memperluas informasi, serta masyarakat sebagai konsumen dan penggerak ekonomi.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika, Samuel Yogi, dalam laporan penutupan menyebutkan bahwa festival tahun ini mengalami peningkatan omzet dibandingkan tahun sebelumnya.

“Selama tiga hari, pemasukan omzet pada tahun ini sebesar Rp670.759.500. Tahun lalu sekitar Rp550 juta,” ungkap Samuel.

Omzet tersebut berasal dari sejumlah pelaku UMKM binaan, di antaranya binaan Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Pertanian dan Perkebunan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan, serta sejumlah binaan BUMN lainnya.

Samuel mengatakan, capaian tersebut bukan sekadar angka, tetapi menunjukkan adanya kerja keras, kreativitas dan keberanian para pelaku UMKM dalam menjalankan usaha.

“Di balik angka tersebut ada keringat para pelaku UMKM, ada kreativitas, keberanian melalui usaha dan keluarga, serta harapan dari usaha mereka dan perputaran ekonomi masyarakat Kabupaten Mimika,” katanya.

Ia berharap capaian tersebut menjadi motivasi bagi pelaku UMKM untuk terus berkembang dan naik kelas.

“UMKM Mimika bangkit, UMKM Mimika maju, UMKM Mimika naik kelas, ekonomi Mimika semakin kuat,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Yohana juga mengajak seluruh masyarakat menjaga semangat kebersamaan dan kreativitas yang telah terbangun selama tiga hari pelaksanaan festival

“Jangan biarkan energi positif, kreativitas dan kebersamaan yang kita bangun dalam tiga hari ini berhenti di tempat ini. Mari kita bawa semangat tersebut ke dalam kehidupan sehari-hari, ke dalam usaha masing-masing, ke dalam pelayanan pemerintah, dan ke dalam setiap upaya kita untuk membangun Kabupaten Mimika,” pungkasnya.

Festival UMKM Nasional Mimika ke-10 tahun 2026 resmi ditutup dengan harapan perjuangan pelaku UMKM untuk berkembang dan naik kelas terus berlanjut setelah festival berakhir.