Timika, Torangbisa.com — Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika memberikan kemudahan bagi mama-mama Papua yang menjalankan usaha pinang dan noken melalui pembentukan koperasi secara gratis.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika, Samuel Yogi, mengatakan program tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap pelaku UMKM, khususnya mama-mama Papua yang selama ini menjalankan usaha secara berkelompok.
Hal itu disampaikan Samuel saat ditemui awak media di kantornya, Kamis (10/9/2026).
Menurut Samuel, saat ini terdapat 15 kelompok yang diarahkan untuk dibentuk menjadi koperasi. Koperasi tersebut diperuntukkan bagi mama-mama yang menjalankan usaha pinang dan noken.
“Pembentukan koperasi gratis bagi mama-mama yang jual pinang dan noken,” kata Samuel.
Ia menjelaskan, kelompok-kelompok tersebut tersebar di sejumlah wilayah dan akan terus mendapatkan pendampingan dari Dinas Koperasi dan UMKM.
Samuel menyebut salah satu kelompok binaan berada di kawasan Kwamki Baru hingga Kebun sirih. Selain itu, pihaknya juga melakukan pembinaan terhadap kelompok mama-mama di wilayah lainnya, termasuk SP2.
“Di Kwamki Baru sampai Kebun sirih ada satu kelompok khusus binaan. Pembentukan koperasi gratis bagi mama-mama jual pinang dan noken,” ujarnya.
Samuel memastikan kuota pembentukan koperasi yang saat ini ditetapkan sebanyak 15 koperasi.
Menurutnya, kelompok yang belum terdaftar nantinya dapat diarahkan untuk bergabung dengan kelompok atau koperasi yang sudah ada sesuai dengan wilayah dan jenis usahanya.
“Kuotanya sudah ditetapkan, ditutup,” jelasnya.
Selain pembentukan koperasi, Dinas Koperasi dan UMKM juga menyiapkan pola pembinaan terhadap mama-mama pelaku usaha agar tidak berhenti pada pembentukan kelembagaan saja.
Samuel mengatakan pembinaan akan dilakukan secara bertahap, termasuk melalui pelatihan dan pendampingan sehingga produk yang dihasilkan dapat dipasarkan dengan lebih baik.
Ia mencontohkan produk yang dapat dikembangkan meliputi noken, pinang, ukiran, aksesori dan berbagai produk kerajinan lainnya.
Menurutnya, setelah mendapatkan pelatihan, para pelaku UMKM diharapkan dapat memproduksi sekaligus memasarkan hasil usaha mereka melalui lokasi yang disiapkan pemerintah.
“Sudah kami kasih pendampingan, dilatih, ikut dalam pembinaan, baru dijual juga di tempatnya,” katanya.
Samuel menegaskan, pemerintah daerah ingin memastikan mama-mama Papua mendapatkan ruang untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan keluarga melalui UMKM.
Program pembentukan koperasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Dinas Koperasi dan UMKM Mimika memperkuat kelembagaan usaha masyarakat.
“Ini bentuk perhatian dan penghargaan dari pemerintah melalui Dinas Koperasi dan UMKM,” pungkasnya.
















