Timika, Torangbisa.com – Bupati Mimika, Johannes Rettob mendorong pengembangan budidaya kepiting bakau di Kabupaten Mimika guna menjaga keberlanjutan ekspor produk perikanan ke pasar internasional.
Hal itu disampaikan Johannes Rettob saat diwawancarai awak media usai kegiatan pelepasan ekspor perdana UMKM berorientasi ekspor yang diselenggarakan di Kantor UPBU Bandar Udara Mozes Kilangin Mimika, Rabu (13/05/2026).
Menurutnya, potensi ekspor hasil perikanan Mimika sangat besar dan mampu berkembang apabila ditata dengan baik melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, Bea Cukai dan Karantina.
“Saya cukup kaget ternyata kita mampu melakukan ekspor sebesar ini. Artinya potensi kita luar biasa, hanya memang selama ini belum ditata dengan baik,” ujar Johannes.
Ia mengatakan, saat ini produk ekspor masih didominasi hasil tangkapan alam berupa kepiting bakau. Karena itu pemerintah daerah perlu mendorong sektor budidaya agar pasokan tetap tersedia dan mampu memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.
“Kalau hanya mengandalkan hasil tangkapan lama-lama akan susah. Pemerintah harus konsentrasi ke budidaya supaya konsistensi ekspor tetap terjaga,” katanya.
Johannes mengungkapkan, berdasarkan laporan Bea Cukai, permintaan pasar terhadap kepiting bakau dari Mimika cukup tinggi.
Bahkan pada momentum tertentu seperti perayaan Imlek, pengiriman bisa mencapai sembilan ton per hari.
“Persoalannya sekarang bagaimana kita menjaga konsistensi produksi. Ini perlu kolaborasi semua pihak,” jelasnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Bea Cukai dan Karantina yang dinilai aktif membantu pelaku usaha dalam pemasaran dan pengembangan ekspor produk lokal Mimika.
“Saya berterima kasih kepada Karantina dan Bea Cukai karena mereka berinisiatif berkolaborasi membantu pengusaha dan masyarakat untuk memasarkan produk-produk kita,” ujarnya.
Sebagai langkah lanjutan, Pemerintah Kabupaten Mimika berencana membentuk klinik ekspor yang akan menjadi wadah pendampingan bagi pelaku usaha lokal.
“Kami akan coba bentuk klinik ekspor sebagai wadah untuk membantu pelaku usaha, baik soal pemasaran, perizinan maupun pengembangan usaha ekspor,” pungkasnya.
















