EkonomiMimika

UMKM Go Internasional, Pemkab Mimika Lepas Ekspor Perdana UMKM Berorientasi Ekspor Tahun 2026

×

UMKM Go Internasional, Pemkab Mimika Lepas Ekspor Perdana UMKM Berorientasi Ekspor Tahun 2026

Sebarkan artikel ini
Bupati Mimika Johannes Rettob didampingi Wakil Bupati, Emanuel kemong dan jajaran Bea Cukai, Karantina dan otoritas bandara saat pelepasan ekspor perdana UMKM berorientasi ekspor Kabupaten Mimika Tahun 2026 di Kantor UPBU Bandara Internasional Mozes Kilangin Mimika (Foto: Yani/ Torangbisa.com). 

Timika, Torangbisa.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melepas ekspor perdana UMKM berorientasi ekspor tahun 2026 dalam kegiatan “UMKM Go Internasional” yang berlangsung di Kantor UPBU Bandara Internasional Mozes Kilangin Mimika, Rabu (13/05/2026).

Bupati Mimika, Johannes Rettob mengatakan pemerintah daerah terus mendorong pelaku UMKM agar mampu naik kelas dan menembus pasar internasional melalui inovasi produk dan penguatan pemasaran.

Menurutnya, pelaku UMKM di Mimika memiliki banyak potensi dan inovasi, namun masih membutuhkan dukungan pemerintah agar lebih percaya diri dalam memasarkan produk ke luar daerah hingga luar negeri.

“Kita ingin UMKM di Mimika bisa naik kelas. Banyak produk kita yang bagus dan punya potensi besar untuk dipasarkan ke tingkat nasional bahkan internasional,” ujar Johannes Rettob.

Ia menambahkan, pemerintah daerah bersama berbagai pihak terus membuka akses kerja sama dengan pelaku usaha internasional agar produk lokal Mimika dapat dikenal lebih luas dan menarik minat investor.

“Pemerintah harus hadir untuk memberdayakan masyarakat, mulai dari pengolahan hasil perikanan hingga produk lainnya supaya memiliki nilai tambah ekonomi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai TMP C Mimika, Yudi Amirulah menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni ekspor perdana, tetapi menjadi simbol bahwa produk UMKM Mimika mampu bersaing di pasar internasional.

Menurutnya, sektor perikanan dan hasil olahan daerah memiliki kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.

“Kegiatan ini menunjukkan bahwa potensi daerah, khususnya sektor perikanan dan hasil olahan, memiliki peluang besar untuk menembus pasar ekspor,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Bea Cukai tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan dan pengumpulan penerimaan negara, tetapi juga berperan sebagai trade facilitator dan industrial assistance untuk membantu pelaku usaha berkembang.

Yudi mengungkapkan, nilai devisa ekspor melalui pendampingan Bea Cukai pada tahun 2025 mencapai sekitar Rp1,29 miliar dengan volume ekspor sebesar 21,5 ton.

Sedangkan pada tahun 2026 hingga Mei ini, nilai devisa ekspor telah mencapai sekitar Rp1,059 miliar dengan volume ekspor mencapai 19,24 ton.

“Artinya capaian tahun ini sudah hampir menyamai capaian tahun sebelumnya,” katanya.

Komoditas utama ekspor dari Mimika saat ini didominasi produk perikanan, dengan negara tujuan ekspor meliputi Malaysia dan Singapura. Selain itu, peluang ekspor ke Korea juga dinilai sangat terbuka.

Beberapa UMKM dan perusahaan yang berpotensi ekspor di antaranya PT Tarusan Sukses Alami dan UMKM pengolahan hasil perikanan lainnya. Sedangkan eksportir yang telah aktif melakukan ekspor pada tahun 2026 yakni PT Harapan Bintang Jaya dan PT Oji Bawu Kriasa.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Papua Tengah, Anton Panji menegaskan pentingnya menjaga kualitas produk agar memenuhi standar karantina dan regulasi internasional.

Menurutnya, ekspor hasil perikanan bukan hanya tentang pengiriman komoditas, tetapi juga simbol kebangkitan ekonomi masyarakat lokal di mata dunia.

“Karena itu kualitas dan kontinuitas produk harus terus dijaga agar mampu memenuhi standar pasar internasional,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan ekspor perdana tersebut dapat menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM lainnya di Mimika agar terus berkembang dan mampu bersaing di pasar global.