Timika, Torangbisa.com – Bupati Mimika, Johannes Rettob, memastikan rencana pembangunan alun-alun Kota Timika mulai memasuki tahap persiapan konstruksi. Pemerintah Kabupaten Mimika menargetkan seluruh desain dan perencanaan dapat diselesaikan tahun ini sehingga pembangunan mulai dilakukan tahun depan.
Rettob mengatakan, alun-alun tersebut dirancang sebagai ruang publik yang dapat digunakan masyarakat untuk berbagai aktivitas, mulai dari kuliner, olahraga, pertunjukan musik hingga kegiatan keagamaan.
Hal itu disampaikan Rettob saat diwawancarai awak media di Hotel 66 Cenderawasih, SP2, Selasa (1/9/2026).
“Ini salah satu langkah kami untuk membuat alun-alun di Kota Timika. Kota Timika ini kan tidak punya alun-alun,” ujar Rettob.
Menurutnya, alun-alun nantinya menjadi titik berkumpul masyarakat untuk berbagai kegiatan. Konsep yang disiapkan juga akan dilengkapi dengan ikon khusus yang menjadi identitas kawasan tersebut.
“Orang bisa berkuliner di sana, orang bisa berolahraga di sana, orang bisa bermain musik di sana, orang bisa sembayang di sana. Itu semua targetnya kita di sana,” jelasnya.
Rettob menyebut, salah satu bagian penting dari desain alun-alun adalah pembangunan ikon kawasan yang akan dibuat dalam ukuran besar.
Ikon tersebut akan menjadi penanda bahwa kawasan tersebut merupakan alun-alun Kota Timika. Namun, pembangunannya akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan dan tahapan pembangunan.
“Kita buat dalam ukuran besar. Kalau ditanya tingginya, kita sesuaikan. Kalau memang bisa sampai tinggi, sekarang kita bikin. Tapi itu pelan-pelan kita bangunnya,” katanya.
Selain ruang terbuka, kawasan tersebut juga direncanakan memiliki ruang yang dapat dimanfaatkan sebagai museum untuk menampilkan sejarah Kabupaten Mimika.
Rettob mengatakan, konsep museum dapat dikembangkan secara konvensional maupun menggunakan teknologi digital.
“Di bawah itu kan ada satu ruangnya. Ruangan itu kita bisa masuk dan kita lihat sejarahnya. Di situ museum sebenarnya. Kita bisa buat museum manual, bisa juga diorama. Kalau diorama itu kan semua secara digitalisasi. Keren,” ungkapnya.
Rettob menegaskan, seluruh proses perencanaan ditargetkan rampung tahun ini karena pembangunan fisik akan dimulai pada 2027.
“Harus tahun ini selesai, karena tahun depan kita sudah mulai konstruksi,” tegasnya.
Ia menjelaskan pembangunan kawasan tersebut akan dilakukan secara bertahap. Bagian dasar seperti jalan, titik-titik fasilitas dan lapangan akan menjadi bagian yang lebih dahulu dikerjakan sehingga dapat segera dimanfaatkan masyarakat.
Menurutnya, tidak seluruh fasilitas harus dibangun sekaligus. Pembangunan akan berkembang secara bertahap mengikuti desain besar kawasan.
Terkait lokasi pembangunan, Rettob memastikan kawasan yang disiapkan berada di area yang dinilai aman dan bukan kawasan hutan.
Ia juga menyebut tanah-tanah di sekitar lokasi telah memiliki sertifikat sehingga proses pengadaan maupun ganti rugi dapat dilakukan lebih mudah apabila diperlukan.
“Semua dalam kawasan yang aman, jadi bukan kawasan hutan. Semua kawasan yang aman dan semua tanah-tanah di sekitar situ sudah sertifikat, jadi ganti ruginya gampang,” pungkas Rettob.
















