Timika, Torangbisa.com – Kepolisian masih melakukan pencarian terhadap tujuh warga yang menjadi korban penculikan di wilayah Jila, Kabupaten Mimika. Hingga Rabu (16/9/2026), keberadaan ketujuh warga tersebut belum diketahui.
Mereka dilaporkan diculik bersama Demerina Uamang dan Yosina Senawat pada 17 Agustus 2026. Dalam proses pencarian, kondisi geografis wilayah menjadi salah satu kendala yang dihadapi aparat.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, mengatakan lokasi Kampung Bela 1, Distrik Alama, Kabupaten Mimika, merupakan wilayah yang sangat terisolir. Kampung tersebut belum memiliki jaringan listrik maupun komunikasi.
“Di sana enggak ada listrik sama sekali. Itu kampung, Kampung Bela. Dengan kampung terdekat saja jalan kaki tiga atau empat hari,” ujar Yusuf saat dikonfirmasi awak media, Rabu (16/9/2026).
Keterbatasan akses tersebut membuat aparat kesulitan melakukan pencarian secara langsung. Polisi kemudian melibatkan masyarakat setempat, termasuk kepala suku, tokoh adat, dan tokoh masyarakat yang mengetahui kondisi wilayah tersebut.
Menurut Yusuf, masyarakat diminta segera memberikan informasi kepada aparat apabila menemukan keberadaan maupun petunjuk terkait tujuh warga yang masih dicari.
“Kita sudah minta bantuan dari kepala sukunya dan beberapa tokoh masyarakat yang ada di sana, tokoh adat, untuk bantu mencari. Manakala ada temukan kembali, tolong diinformasikan kepada kita,” katanya.
Selain mengandalkan informasi masyarakat, aparat juga memanfaatkan komunikasi radio untuk memantau perkembangan informasi dari wilayah tersebut.
Sebelumnya, keberadaan Demerina Uamang berhasil diketahui melalui komunikasi radio. Demerina kemudian ditemukan warga di Kampung Bela 1 pada 7 September 2026 dalam kondisi selamat.
Setelah ditemukan, Demerina dievakuasi ke Timika untuk mendapatkan perawatan. Sementara Yosina Senawat ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Hingga kini, tujuh warga lainnya masih belum diketahui keberadaannya. Polisi terus menelusuri setiap informasi yang diperoleh dari masyarakat di sekitar Kampung Bela 1.
Medan yang sulit dijangkau serta keterbatasan sarana komunikasi menjadi tantangan dalam proses pencarian. Aparat berharap dukungan masyarakat, kepala suku, dan tokoh adat dapat membantu mengungkap keberadaan ketujuh korban tersebut.

















