Timika, Torangbisa.com — Sebuah Toyota Avanza hitam yang melintas di Jalan Pendidikan, Kabupaten Mimika, menjadi perhatian polisi setelah adanya laporan terkait dugaan membawa senjata tajam.
Menindaklanjuti laporan tersebut sekitar pukul 11.00 WIT, personel Polsek Mimika Baru langsung bergerak menuju lokasi.
Kapolsek Mimika Baru AKP Boby Pratama Putra, S.T.K., yang kebetulan berada tidak jauh dari lokasi, turut mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).
Saat diperiksa, polisi menemukan puluhan anak panah dan dua bilah parang di dalam kendaraan tersebut.
Polisi kemudian mengamankan enam orang yang berada di dalam kendaraan tersebut. Mereka terdiri dari seorang pengemudi berinisial NH dan lima penumpang, masing-masing MW, AW, EW, DM, serta VK.
Dari pemeriksaan awal, petugas menemukan sejumlah barang yang kemudian diamankan sebagai bagian dari penanganan perkara.
Barang-barang tersebut berupa 29 anak panah, sembilan tongkat panah, dua bilah parang, dua kantong plastik hitam, satu noken, jaket, serta satu unit Toyota Avanza.
“Sekitar pukul 11.00 ada laporan bahwa melihat mereka yang membawa senjata tajam seperti panah dan parang di sebuah mobil Avanza hitam,” ujar Boby.
Keenam orang tersebut untuk sementara masih menjalani pemeriksaan di Polsek Mimika Baru. Polisi berencana melimpahkan penanganan lebih lanjut ke Polres Mimika, terutama untuk mendalami keberadaan serta tujuan membawa puluhan anak panah dan parang tersebut.
“Untuk saat ini masih ada di Polsek Mimika Baru. Namun, untuk pengembangannya akan kami limpahkan ke Polres terkait senjata tajam atau panah dan parang,” katanya.
Sementara itu, polisi juga mengecek status kendaraan yang digunakan. Setelah berkoordinasi dengan Samsat, kendaraan tersebut diketahui memiliki data administrasi dan merupakan mobil rental.
“Itu mobil rental,” jelas Boby.
Terkait alasan rombongan membawa puluhan anak panah dan dua parang, polisi masih melakukan pendalaman. Berdasarkan keterangan sementara, ke lima orang tersebut sebelumnya menginap di sebuah hotel. Pengemudi mengaku baru mendapat telepon pada pagi hari untuk menjemput mereka.
“Mereka bilang mau bawa pulang. Mereka semalam menginap di hotel tersebut. Sesuai dengan sopir juga menyatakan bahwa tadi pagi baru dihubungi untuk dijemput,” ungkapnya.
Polisi masih menggali keterangan untuk mengetahui maksud dan tujuan membawa barang-barang tersebut. Penanganan selanjutnya akan dilakukan di tingkat Polres Mimika.
Boby menyebut tindakan cepat personel di lapangan merupakan respons awal setelah menerima laporan masyarakat guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif.
“Respon pertama kita. Kebetulan kita dekat, akhirnya kita langsung respon ke TKP,” pungkasnya.

















