Ads
Teknologi

PLN sebut beban puncak listrik di Tanah Papua capai 452 MW

×

PLN sebut beban puncak listrik di Tanah Papua capai 452 MW

Sebarkan artikel ini

Jayapura, (TORANGBISA) -PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat menyebutkan beban puncak kelistrikan pada wilayah kerjanya mencapai 452 Megawatt (MW) di mana kondisi ini berlangsung selama libur hari raya Idul Fitri 1445 Hijriah.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat Budiono di Jayapura, Jumat mengatakan di mana dengan daya mampu pembangkit sebesar 633 MW.

Ads

“Kondisi tersebut memberikan cadangan daya sekitar 181 MW atau sekitar 40,1 persen yang cukup untuk memenuhi kebutuhan daya selama libur hari raya Idul Fitri 1445 H,” katanya.

Menurut Budiono, meski memiliki cadangan daya 181 MW namun pihaknya juga telah melakukan berbagai persiapan dalam menjaga keandalan pasokan listrik.

“Salah satunya persiapan 1.221 personel guna mengamankan pasokan listrik momen perayaan Hari Raya Idul Fitri 1445 dan peralatan di setiap Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3), inspeksi penyulang serta gardu kemudian penyisiran jaringan dan pemangkasan dahan-dahan yang mendekati jaringan listrik telah dilaksanakan,” ujarnya.

Dia menjelaskan tidak hanya itu pihaknya juga memaksimalkan operasional pembangkit listrik, PLN juga menyiapkan suplai cadangan dengan menyediakan peralatan pendukung siaga berupa 36 unit unit gardu bergerak (UGB), 23 unit Uninterruptible Power Supply (UPS) dan 98 Unit Mobile Genset.

“Semua peralatan dalam kondisi siap jika harus diperlukan cepat sebagai cadangan daya,” katanya lagi.

Dia menambahkan sebagai mitigasi adanya gangguan yang tidak diharapkan PLN juga memaksimalkan sistem outage management pada command center agar layanan pengaduan dan keluhan berjalan cepat dan akurat.

“Dengan jumlah petugas yang kami kerahkan tersebut tentunya kami berupaya dan berharap gangguan dapat dihindari PLN juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap bijak dan berhati-hati dalam menggunakan peralatan listrik di rumah,” ujarnya lagi.

Ads