Scroll untuk baca artikel
Ads
EkonomiPapua Terkini

Pemkab Jayapura kampanye ke Pelajar cinta Produk asli Papua

×

Pemkab Jayapura kampanye ke Pelajar cinta Produk asli Papua

Sebarkan artikel ini

Sentani, (TORANGBISA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura kampanye ke pelajar di daerah setempat untuk mencintai produk asli Papua.

Produk asli Papua dalam hal ini seperti batik Papua, sagu, jagung, umbi-umbian sebagai pangan lokal pengganti beras sebagai budaya yang diwariskan turun-temurun di daerah ini.

Ads

Penjabat (Pj) Bupati Jayapura Triwarno Purnomo di Sentani, Rabu mengatakan kampanye ini harus dilakukan kepada pelajar dan mahasiswa agar mereka mencintai produk asli Papua dalam kehidupan sosial sehari-hari.

“Kami sudah sampaikan ke kepala dinas pendidikan dan guru-guru di Kabupaten Jayapura supaya mendorong siswa-siswa untuk tetap mencintai produk lokal dengan tindakan nyata,” katanya.

Menurut Penjabat Bupati, untuk mengubah pola pikir itu tidak bisa sehari atau seminggu, tetapi harus terus-menerus dilakukan secara kontinyu.

“Kami mendapat informasi bahwa ada beberapa sekolah di Sentani, setiap kegiatan sekolah mengharuskan mereka menggunakan busana daerah Papua, batik Papua dan kuliner yang disajikan pun berbahan dasar sagu, ini yang dinamakan mencintai produk asli,” ujarnya.

Menurut dia, zaman boleh berganti tetapi penanaman nilai-nilai moral dalam kehidupan sosial budaya di Papua jangan pernah ditinggalkan.

“Dengan anak-anak kita diajak untuk menanamkan nilai-nilai mencintai produk asli Papua, secara tidak langsung kita memberi ruang kepada pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) asli Papua untuk terus tumbuh dan berkembang karena produknya akan terus dicari,” katanya.

Dia menambahkan budaya bahasa pun merupakan produk asli Papua non fisik yang patut untuk dijaga dan dilestarikan kepada setiap anak Papua maupun non Papua.

“Dimana bumi dipijak di situ langit dijunjung, kami pikir ini sudah sangat jelas, setiap warga negara Indonesia yang berada di mana saja khususnya Papua harus menghargai budaya setempat dengan mempelajari satu dari sekian banyak budaya di antaranya bahasa,” ujarnya.

Ads