Scroll untuk baca artikel
Berita Lokal

PELNI Minta Pemda Mimika Ajukan Penambahan Kapal, Antisipasi Lonjakan Penumpang Nataru

×

PELNI Minta Pemda Mimika Ajukan Penambahan Kapal, Antisipasi Lonjakan Penumpang Nataru

Sebarkan artikel ini
Kepala Kantor Cabang PELNI Timika, Sigit Sujatmoko Saat memberikan keterangan kepada awak media (Foto: Yani/ Torangbisa.com). 

Timika, Torangbisa.com – PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Cabang Timika mendorong Pemerintah Kabupaten Mimika segera mengajukan permintaan penambahan kapal atau deviasi rute kepada Kementerian Perhubungan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Kepala Kantor Cabang PELNI Timika, Sigit Sujatmoko, mengatakan penambahan kapal diperlukan mengingat Timika menjadi salah satu pelabuhan transit bagi masyarakat dari berbagai daerah, khususnya penumpang dari Merauke yang hendak melanjutkan perjalanan menuju sejumlah wilayah di Maluku.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Menurut Sigit, rute yang perlu mendapat perhatian yakni Merauke–Timika–Dobo–Tual–Saumlaki–Ambon.

“Kita minta teman-teman media bisa sampaikan ke Pemda untuk segera berkirim surat ke Ditjen Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan, untuk penambahan rute kapal yang masuk di Timika, khususnya ke Dobo, Tual, Saumlaki dan Ambon,” ujar Sigit saat ditemui di Timika, Rabu (30/9/2026).

Ia menjelaskan, banyak penumpang yang berangkat dari Merauke memiliki tujuan ke sejumlah wilayah di Maluku. Setelah kapal tiba di Timika, kapasitas yang tersedia untuk penumpang dari Timika pun menjadi lebih terbatas.

“Pelabuhan antara kita terisi sama keluarga kita yang dari Merauke. Ada yang mau pulang ke Dobo, Tual, Ambon atau Saumlaki,” katanya.

Sigit menyebut kondisi kepadatan penumpang pada 12 Desember 2025 menjadi salah satu bahan evaluasi PELNI dalam mempersiapkan layanan menghadapi periode Nataru.

Menurutnya, saat itu muncul kekhawatiran di tengah masyarakat karena tingginya kebutuhan perjalanan dan terbatasnya kedatangan kapal.

Karena itu, PELNI mendorong langkah antisipasi dilakukan lebih awal melalui koordinasi pemerintah daerah dengan Kementerian Perhubungan, termasuk mengajukan deviasi maupun penambahan kapal yang melayani Timika.

Sigit mengatakan, pada periode Nataru, cukup banyak masyarakat dari Timika yang melakukan perjalanan menuju Dobo, Tual, Saumlaki dan Ambon.

Penambahan rute maupun kapal pada jalur tersebut diharapkan dapat membantu mengantisipasi kepadatan penumpang dan memberikan kepastian layanan transportasi laut bagi masyarakat.

“Kami berharap Pemda bisa segera berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan, sehingga kebutuhan angkutan laut masyarakat dapat dipersiapkan lebih awal,” ujarnya.

Terkait tarif tiket, Sigit menjelaskan harga tiket PELNI berbeda sesuai dengan jarak tempuh dan tujuan perjalanan.

“Tarif itu bervariasi, tergantung jarak tempuh. Ke Dobo berbeda, ke Tual berbeda, ke Saumlaki berbeda dan ke Ambon juga berbeda,” jelasnya.

Ia memastikan informasi mengenai tarif resmi disampaikan secara terbuka melalui kanal informasi PELNI maupun di Kantor Cabang PELNI Timika.

Masyarakat dapat mengecek tarif melalui kanal resmi PELNI atau datang langsung ke kantor cabang untuk mendapatkan informasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain persoalan ketersediaan kapal, Sigit mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap akun palsu yang mengatasnamakan PELNI, terutama dalam penjualan tiket.

Ia meminta masyarakat tidak mudah melakukan transfer kepada pihak yang menawarkan tiket melalui akun media sosial, WhatsApp maupun nomor pribadi yang tidak terverifikasi.

Masyarakat juga diminta menggunakan aplikasi PELNI Mobile untuk mengecek jadwal, ketersediaan tiket serta melakukan pemesanan hingga 60 hari sebelum keberangkatan untuk kapal yang telah menerapkan sistem tersebut.

“Segera akses dan gunakan PELNI Mobile untuk pemesanan tiket. Di situ masyarakat bisa melihat jadwal dan ketersediaan tiket,” imbaunya.

Dengan memanfaatkan kanal resmi, masyarakat diharapkan dapat memperoleh informasi perjalanan yang akurat sekaligus terhindar dari modus penipuan yang mengatasnamakan PELNI.

Informasi mengenai tarif, jadwal, rute, ketersediaan tiket maupun layanan PELNI dapat diperoleh melalui kanal resmi perusahaan dan Kantor Cabang PELNI Timika.