Scroll untuk baca artikel
AdveditorialKabar Utama

Kualitas Udara Mimika Tak Sehat, Bupati Rettob Siapkan Kebijakan Belajar Bertahap bagi Anak Sekolah

×

Kualitas Udara Mimika Tak Sehat, Bupati Rettob Siapkan Kebijakan Belajar Bertahap bagi Anak Sekolah

Sebarkan artikel ini
Bupati Mimika, Johannes Rettob

TIMIKA, Torangbisa.com – Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Berdasarkan hasil pemantauan indeks kualitas udara di wilayah Timika, pesisir, dan pegunungan, kualitas udara saat ini dinyatakan tidak sehat.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

“Berdasarkan hasil pengukuran indeks kualitas udara di Timika, termasuk wilayah pesisir dan pegunungan, yang dipantau setiap jam dan dari hari ke hari, disimpulkan bahwa kualitas udara saat ini berada pada kategori tidak sehat,” kata Bupati Johannes Rettob dalam keterangannya, Sabtu (10/10/2026).

Bupati menjelaskan, imbauan tersebut merupakan tindak lanjut rekomendasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang mendorong pemerintah menyosialisasikan risiko paparan kabut asap serta langkah perlindungan kesehatan kepada masyarakat.

Sebagai langkah antisipatif, preventif, dan perlindungan terhadap masyarakat, khususnya anak-anak serta kelompok rentan, Bupati menginstruksikan Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika berkoordinasi dengan Bagian Hukum untuk menyiapkan surat edaran mengenai penyesuaian kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Kebijakan tersebut direncanakan diterapkan secara bertahap berdasarkan jenjang pendidikan. Prioritas perlindungan diberikan kepada peserta didik PAUD dan SD, sedangkan pada jenjang SMP dan SMA pembelajaran akan disesuaikan melalui belajar mandiri atau daring sesuai ketentuan pemerintah daerah.

Bupati mengingatkan, paparan kabut asap dapat menimbulkan gangguan kesehatan, mulai dari iritasi tenggorokan hingga gangguan pernapasan. Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat dengan penyakit pernapasan dan penyakit kronis menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus.

Untuk itu, masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan, menjaga kualitas udara di dalam rumah, memantau informasi kualitas udara melalui sumber resmi, serta menggunakan masker yang sesuai apabila terpaksa beraktivitas di luar rumah.

Orang tua juga diminta segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila mengalami kesulitan bernapas atau menunjukkan gejala gangguan kesehatan yang mengkhawatirkan.

Pemerintah Kabupaten Mimika mengajak seluruh masyarakat bersama-sama melakukan langkah pencegahan dan mengikuti informasi resmi terkait perkembangan kualitas udara maupun kebijakan pendidikan selama kondisi kabut asap berlangsung.

Langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah daerah untuk mengutamakan keselamatan dan kesehatan masyarakat di tengah kondisi kualitas udara yang tidak sehat.