Timika, Torangbisa.com – Pemerintah Kabupaten Mimika mendukung pengembangan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Kampung Limau Asri Timur, Distrik Iwaka, sebagai wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus penampung hasil produksi lokal.
Dukungan tersebut disampaikan Staf Ahli Bupati Mimika Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Petrus Pali Amba, saat mendampingi kunjungan dalam rangka verifikasi dan validasi Kopdes Merah Putih di SP5, Kabupaten Mimika, Rabu (7/10/2026).
Petrus mengatakan, pembangunan fasilitas koperasi tersebut telah berjalan dengan baik, meskipun masih membutuhkan sejumlah sarana pendukung sebelum dapat beroperasi secara maksimal.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan TNI yang membantu proses pembangunan fasilitas Kopdes Merah Putih tersebut.
“Program ini sudah bisa berjalan walaupun masih dalam sisi pembangunan, belum dalam eksekusinya. Kami juga berterima kasih kepada pihak TNI yang sudah membantu pembangunan ini sehingga semuanya bisa berjalan dengan baik,” ujar Petrus.
Menurutnya, keberadaan koperasi tersebut memiliki peluang besar untuk mendukung sektor pertanian, khususnya jika program cetak sawah dari pemerintah pusat dapat direalisasikan di wilayah Limau Asri.
Petrus menyebut, hasil produksi padi masyarakat nantinya dapat diserap dan dipasarkan melalui koperasi. Hal ini dinilai penting mengingat kebutuhan beras di Timika hingga kini masih banyak dipasok dari luar daerah.
“Kalau hasil panen padi ini sudah melimpah, bisa masuk di koperasi yang sudah terbangun. Masyarakat di kota tentu akan datang membeli beras dari Limau Asri,” katanya.
Ia berharap pengembangan pertanian dan koperasi dapat berjalan beriringan sehingga masyarakat tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga menjadi produsen yang mendapatkan manfaat ekonomi dari keberadaan koperasi.
Selain sektor pertanian, Petrus juga mendorong agar kendaraan operasional koperasi dapat dimanfaatkan secara produktif. Kendaraan tersebut, kata dia, bisa digunakan untuk mendukung kegiatan distribusi barang maupun disewakan apabila tidak sedang digunakan untuk kepentingan koperasi.
“Ini kan mencari untung juga. Kalau kendaraannya banyak menganggur, mungkin bisa dikontrakkan sehingga ada keuntungan. Tetapi tentunya harus diperhitungkan oleh manajernya,” jelasnya.
Sementara itu, Naslindo Sirait dari unsur pengawasan dan penataan usaha menekankan pentingnya pengurus memahami konsep bisnis koperasi agar keberadaannya tidak hanya berhenti sebagai gerai penjualan kebutuhan pokok.
Menurutnya, koperasi harus mampu menjadi agregator produk masyarakat dengan membeli dan memasarkan hasil pertanian lokal.
“Kalau kita hanya buat ini jadi toko, itu sudah bagus. Tapi selain menjadi gerai sembako dan menjual kebutuhan pertanian, hasil-hasil pertanian masyarakat juga harus bisa kita beli suatu saat,” katanya.
Ia menilai potensi lokal di Limau Asri Timur perlu digali dan dikembangkan, termasuk komoditas pertanian yang nantinya dapat dipasarkan melalui koperasi.
Naslindo juga mendorong partisipasi masyarakat agar koperasi benar-benar menjadi milik bersama. Masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi anggota, tetapi juga berperan sebagai konsumen sekaligus ikut mengawasi jalannya koperasi.
“Yang paling utama mereka menjadi pemilik, tetapi juga sekaligus konsumen dan ikut mengawasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembangunan fasilitas koperasi pada tahap awal perlu dijadikan proses pembelajaran bersama. Keterlibatan TNI dinilai membantu percepatan pembangunan sarana, sementara masyarakat dan pengurus dapat mempelajari pola pengelolaan koperasi secara bertahap.
Sementara itu, Kepala Kampung Limau Asri Timur, Adi Prasetyo, mengatakan sejumlah fasilitas pendukung telah tersedia, di antaranya kendaraan operasional seperti pickup dan bentor.
Untuk jenis usaha, kata Adi, koperasi nantinya akan menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat, termasuk kebutuhan pertanian, pupuk, serta kebutuhan pangan seperti ayam, ikan dan daging.
“Yang pasti untuk ruangan ini khusus untuk pelayanan kebutuhan masyarakat. Ada kebutuhan pertanian dan kebutuhan-kebutuhan lainnya,” jelas Adi.
Namun, ia mengakui masih terdapat sejumlah fasilitas yang belum tiba sehingga koperasi belum dapat beroperasi secara maksimal.
Adi berharap proses pemenuhan fasilitas dan permodalan dapat segera diselesaikan sehingga bangunan koperasi yang telah tersedia dapat dimanfaatkan dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
“Harapan kita ini terealisasi secepatnya. Gedung sudah ada dan bagus. Kalau tidak termanfaatkan, sayang. Semakin cepat fasilitas datang, kemudian modal juga bisa diterima, maka manfaat kepada masyarakat bisa secepatnya dirasakan,” pungkasnya.

















