Timika, Torangbisa.com – Ketua Umum KONI Kabupaten Mimika, Antonius Kemong, mendesak KONI Provinsi Papua Tengah untuk segera mengambil langkah konkret dalam mempersiapkan keikutsertaan kontingen Papua Tengah pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri yang akan digelar di Sulawesi Utara pada Oktober 2026.
Menurut Antonius, waktu persiapan semakin sempit karena pendaftaran peserta dijadwalkan mulai dibuka pada bulan depan. Ia menilai jangan sampai kesempatan emas bagi atlet-atlet Papua Tengah hilang hanya karena persoalan administrasi dan lambannya proses pendaftaran.
“Kami berharap KONI Provinsi segera mendaftarkan cabang olahraga beladiri seperti Kick Boxing, Muaythai, dan Tinju. Jangan sampai momen penting ini terlewat dan Papua Tengah tidak ikut ambil bagian di PON Beladiri,” ujar Antonius.
Ia menjelaskan, dari sisi kesiapan atlet, Papua Tengah khususnya Kabupaten Mimika tidak memiliki kendala.
Menurutnya, pembinaan atlet beladiri selama ini berjalan aktif dan para atlet telah terbiasa mengikuti berbagai kejuaraan, termasuk tingkat nasional.
“Kalau dari sisi atlet, mereka sudah siap. Yang menjadi perhatian sekarang adalah administrasi. Jangan sampai KONI Provinsi terlambat atau bahkan tidak mendaftarkan atlet karena bulan depan pendaftaran sudah dibuka,” tegasnya.
Antonius juga meminta Pemerintah Provinsi Papua Tengah memberikan dukungan anggaran operasional agar para atlet yang membawa nama daerah dapat mengikuti seluruh tahapan menuju PON Beladiri.
“Kami berharap ada dukungan dari Pemerintah Provinsi untuk operasional atlet. Mereka akan membawa nama Papua Tengah, sehingga perlu mendapatkan perhatian serius,” katanya.
Ia menambahkan, PON Beladiri merupakan agenda nasional yang secara resmi telah disampaikan kepada seluruh provinsi. Karena itu, KONI Provinsi Papua Tengah diharapkan segera menindaklanjuti informasi tersebut kepada pengurus provinsi cabang olahraga (Pengprov) maupun KONI kabupaten/kota agar seluruh tahapan persiapan dapat berjalan sesuai jadwal.
“Sampai sekarang tahapan itu belum berjalan. Daerah dan pengurus cabang olahraga belum mengetahui langkah apa yang harus dilakukan. Karena itu kami meminta KONI Provinsi segera mengambil kebijakan dan langkah-langkah persiapan,” ujarnya.
Lebih lanjut Antonius menegaskan bahwa atlet yang akan tampil di PON Beladiri tidak dipilih secara sembarangan. Setelah didaftarkan oleh provinsi, atlet masih harus menjalani proses seleksi yang dilakukan oleh Pengurus Besar (PB) masing-masing cabang olahraga berdasarkan rekam jejak prestasi.
Ia berharap KONI Provinsi Papua Tengah segera menyelesaikan seluruh kebutuhan administrasi dan menyiapkan dukungan anggaran sehingga atlet-atlet terbaik Papua Tengah memiliki kesempatan untuk bersaing dan mengharumkan nama daerah di panggung nasional.
“Setiap atlet yang pernah tampil di Kejurnas maupun kejuaraan bergengsi lainnya memiliki catatan prestasi. PB akan menilai apakah atlet tersebut layak tampil di PON Beladiri atau tidak. Jadi bukan asal tunjuk atlet, semuanya harus melalui proses seleksi dan kualifikasi,” jelasnya.

















