Scroll untuk baca artikel
Olahraga

Rugby Go To School, Langkah Awal Memperkuat Fondasi Pembinaan Atlet Sejak Usia Sekolah

×

Rugby Go To School, Langkah Awal Memperkuat Fondasi Pembinaan Atlet Sejak Usia Sekolah

Sebarkan artikel ini
Ketua Rugby Mimika hasil Musyawarah Anggota Persatuan Rugby Union Indonesia Kabupaten Mimika, Martino Kapan dan juga pembinaan atlet usia sekolah (Foto: Istimewa)

Timika, Torangbisa.com – Regenerasi atlet rugby di Kabupaten Mimika mulai dilakukan melalui program nasional Rugby Go To School, Persatuan Rugby Union Indonesia (PRUI) Kabupaten Mimika bersama komunitas rugby membidik pelajar SMA sebagai calon-calon atlet masa depan.

Sosialisasi tersebut menjadi langkah awal Rugby Mimika untuk mencari, mengenalkan, dan membentuk generasi baru pemain rugby yang nantinya diharapkan mampu mengharumkan nama Mimika hingga Papua Tengah.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Ketua Rugby Mimika hasil Musyawarah Anggota Persatuan Rugby Union Indonesia Kabupaten Mimika, Martino Kapan, mengatakan program Rugby Go To School merupakan bagian dari agenda nasional pengembangan olahraga rugby yang juga dijalankan di Mimika.

“Untuk tahun ini kami targetkan sosialisasi olahraga rugby di tingkat SMA terlebih dahulu. Kami sudah memiliki jadwal dan akan melaksanakan kegiatan ini di hampir semua SMA yang ada di Timika,” kata Martino.

PRUI Kabupaten Mimika melihat sekolah sebagai salah satu pintu paling strategis untuk membangun kekuatan regenerasi atlet.

Melalui program tersebut, para pelajar tidak hanya diperkenalkan dengan olahraga rugby, tetapi juga diberikan pemahaman mengenai permainan, teknik dasar hingga potensi pengembangan prestasi di cabang olahraga tersebut.

Yang membuat program ini semakin menarik, sosialisasi turut melibatkan sejumlah legenda rugby Papua. Mereka adalah George Deda, yang dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam perkembangan rugby di Papua, kemudian Wellem Sinopiaref dan George Ofide.

George Deda bahkan turun langsung sebagai educator dengan membawakan materi pengenalan olahraga rugby kepada para pelajar.

Kehadiran para legenda tersebut diharapkan mampu memberikan motivasi sekaligus membuka wawasan para siswa bahwa rugby bukan hanya olahraga permainan, tetapi juga memiliki jalur pembinaan prestasi yang dapat membawa atlet ke level lebih tinggi.

Martino mengungkapkan bahwa sosialisasi yang dilakukan di sekolah-sskolah bukanlah tujuan akhir. Setelah rangkaian pengenalan selesai, Rugby Mimika akan melanjutkannya dengan training dan praktik lapangan bersama sejumlah sekolah yang telah mengikuti program.

“Setelah sosialisasi, rencana selanjutnya akan ada training atau praktik lapangan yang akan dilaksanakan bersama beberapa sekolah,” ujarnya.

Rugby Mimika kemudian berencana mengemas hasil pembinaan awal tersebut dalam sebuah Festival Rugby Mimika antarsekolah tingkat SMA.

Festival itu diharapkan menjadi panggung bagi para pelajar untuk menunjukkan kemampuan sekaligus menjadi ajang awal pencarian talenta-talenta baru rugby di Mimika.

“Dari hasil tes lapangan ini, kami berharap nantinya bisa dilaksanakan Festival Rugby Mimika antarsiswa SMA,” kata Martino.

Program Rugby Go To School menjadi bagian dari ambisi Rugby Mimika memperkuat fondasi pembinaan atlet sejak usia sekolah.

Sebagai salah satu cabang olahraga unggulan Mimika sekaligus andalan Papua Tengah, rugby membutuhkan regenerasi yang terencana agar prestasi yang telah dibangun dapat terus berlanjut.

Karena itu, masuknya rugby ke sekolah-sekolah diharapkan menjadi momentum untuk membuka jalan bagi lahirnya pemain-pemain muda baru.

Bagi Rugby Mimika, targetnya bukan sekadar membuat pelajar mengenal rugby. Target akhirnya adalah menemukan talenta, membentuk atlet, dan membawa mereka naik kelas menjadi kekuatan rugby Mimika dan Papua Tengah di masa depan.

“Dari sekolah, menuju lapangan. Dari lapangan, menuju prestasi,” ungkap Martino.