Timika, Torangbisa.com – Tim Hukum Ikatan Keluarga Besar Maluku (IKEMAL) Kabupaten Mimika bersama keluarga korban mendesak Kepolisian Republik Indonesia segera mengusut tuntas kasus pembunuhan terhadap dua warga asal Maluku yang terjadi di Kabupaten Mimika.
Desakan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Cafe Al-Jazzera, Jalan Sam Ratulangi, Timika, Selasa (28/7/2026).
Wakil Ketua Bidang Hukum dan Advokasi DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mimika yang juga tim hukum IKEMAL, Yosep Temorubun, meminta Kapolri melalui Kabareskrim Polri membentuk tim khusus yang melibatkan Mabes Polri, Polda Papua Tengah, dan Polres Mimika guna mempercepat pengungkapan kasus tersebut.
“Kami meminta Kapolri melalui Kabareskrim segera membentuk tim khusus yang terdiri dari Mabes Polri, Polda Papua Tengah, dan Polres Mimika agar kasus pembunuhan dua warga Maluku ini dapat segera diungkap,” ujar Yosep.
Menurutnya, tim hukum menduga kasus tersebut merupakan tindak pidana yang direncanakan. Karena itu, pihaknya meminta penyidik bekerja maksimal dan menerapkan ketentuan hukum sesuai hasil penyelidikan dan alat bukti yang diperoleh.
Yosep juga memberikan tenggat waktu selama 3 x 24 jam kepada aparat kepolisian untuk menunjukkan perkembangan dalam pengungkapan kasus tersebut.
“Apabila dalam waktu 3 x 24 jam belum ada perkembangan yang jelas, IKEMAL Kabupaten Mimika akan menggelar aksi unjuk rasa di Polres Mimika,” tegasnya.
Selain itu, Yosep menyatakan pihaknya siap melaporkan kasus tersebut ke Mabes Polri apabila penanganannya di tingkat daerah belum menunjukkan hasil yang diharapkan.
Ia juga meminta aparat penegak hukum mengusut kembali seluruh kasus pembunuhan terhadap warga Maluku di Mimika yang terjadi sejak 2014 hingga 2026 dan hingga kini belum terungkap.
Sementara itu, perwakilan keluarga korban menegaskan bahwa tuntutan yang mereka sampaikan bukan bertujuan memprovokasi masyarakat ataupun mengganggu situasi keamanan di Kabupaten Mimika.
“Kami datang bukan sebagai pembuat kerusuhan dan bukan sebagai provokator. Kami datang untuk menuntut keadilan bagi anak-anak dan saudara-saudara kami yang menjadi korban,” katanya.
Keluarga korban berharap aparat kepolisian segera mengungkap dan menangkap pelaku agar memberikan kepastian hukum serta rasa keadilan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Mereka juga menegaskan tetap mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban di Kabupaten Mimika serta mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kondusivitas daerah selama proses hukum berlangsung.
Meski menyampaikan ultimatum kepada aparat penegak hukum, keluarga korban memastikan seluruh aspirasi akan disampaikan melalui jalur hukum dan aksi damai sesuai ketentuan yang berlaku. Mereka berharap kasus tersebut segera dituntaskan sehingga keadilan dapat dirasakan oleh seluruh pihak yang terdampak.















