Timika, Torangbisa.com – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika, Sabelina Fitriani mengungkapkan kenaikan harga plastik di Timika dipengaruhi kondisi geopolitik global dan kenaikan harga bahan baku impor.
Hal itu disampaikan Sabelina saat diwawancarai awak media usai apel pagi di Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (11/05/2026).
Menurutnya, sebagian besar kebutuhan plastik di Timika didatangkan dari Surabaya, sementara bahan baku yang masuk ke Surabaya banyak berasal dari impor luar negeri, terutama dari China.
“Plastik yang masuk ke Timika itu diambil dari Surabaya, sementara Surabaya sendiri banyak impor dari China. Jadi ketika harga plastik naik, otomatis berpengaruh juga terhadap harga di Timika,” ujarnya.
Ia menyebutkan kenaikan harga plastik saat ini mencapai sekitar 30 hingga 70 persen dan berdampak pada sejumlah kebutuhan masyarakat, termasuk air minum kemasan.
“Kemarin kenaikannya antara 30 sampai 70 persen dan itu juga berdampak pada air minum,” katanya.
Sabelina menjelaskan kondisi tersebut dipicu situasi perang dan persoalan geopolitik global yang mempengaruhi distribusi bahan baku plastik berbasis minyak mentah.
“Karena kemarin ada masalah perang dan geopolitik, sementara bahan baku plastik salah satunya dari minyak mentah, jadi itu sangat berpengaruh terhadap ketersediaan plastik,” jelasnya.
Meski ada informasi kemungkinan penurunan harga, namun hingga kini belum diketahui kapan kondisi tersebut akan kembali normal.
Sebagai langkah antisipasi, Disperindag mengimbau masyarakat mulai mengurangi penggunaan plastik dan beralih ke bahan yang lebih ramah lingkungan seperti produk berbahan kertas.
“Kalau biasa menggunakan plastik atau gelas plastik, mungkin bisa diganti dengan paper bag, paper cup, atau paper bowl. Itu salah satu solusi sementara,” tutupnya.















