Timika, Torangbisa.com – Bupati Mimika, Johannes Rettob mengatakan, kolaborasi antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi dan seluruh stakeholder sangat penting dalam mendukung pembangunan di Papua Tengah.
Hal itu disampaikan Johannes Rettob saat diwawancarai awak media usai kegiatan pelepasan ekspor perdana UMKM berorientasi ekspor yang diselenggarakan di Kantor UPBU Bandar Udara Mozes Kilangin Mimika, Rabu (13/05/2026).
Johannes mengaku sepakat dengan arahan Gubernur Papua Tengah yang menekankan tentang sinergi antar daerah dalam pembangunan.
“Pemerintah kabupaten tidak bisa kerja sendiri tanpa stakeholder dan provinsi. Semua harus saling kolaborasi dan saling mengisi,” ujarnya.
Menurutnya, bentuk kolaborasi tersebut bukan hanya dalam pembangunan fisik, tetapi juga pengembangan teknologi dan pelayanan publik antar kabupaten di Papua Tengah.
Ia mencontohkan sejumlah inovasi yang dimiliki Kabupaten Mimika seperti Mimika Command Center dan Mall Pelayanan Publik (MPP) yang disebut menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia Timur.
“Kita punya MPP yang terbaik di Indonesia Timur. Semua daerah boleh datang belajar di sini,” katanya.
Johannes menjelaskan, saat ini MPP Mimika telah melayani sekitar 301 jenis perizinan yang dapat diurus masyarakat dalam satu tempat secara gratis.
“Sekarang sudah ada 301 izin yang bisa diurus di satu titik dan gratis,” jelasnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Mimika menargetkan pelayanan perizinan dapat diselesaikan maksimal dalam waktu 15 menit, kecuali layanan tertentu seperti Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang masih membutuhkan survei lapangan.
“Kalau survei sudah selesai, izinnya harus keluar dalam 15 menit. Itu target kita,” ujarnya.
Selain meningkatkan pelayanan publik, pemerintah daerah juga memberikan berbagai insentif bagi investor yang masuk ke Mimika, termasuk keringanan pajak pada tahap awal usaha.
“Kita kasih insentif supaya investor mau masuk dulu. Masa orang belum usaha sudah ditagih pajak,” katanya.
















