Scroll untuk baca artikel
Ekonomi

Kemenkop RI Dorong Kopi Mimika Jadi Ikon hingga Pasar Internasional

×

Kemenkop RI Dorong Kopi Mimika Jadi Ikon hingga Pasar Internasional

Sebarkan artikel ini
Asisten Deputi Pengawasan Penataan Usaha Kementerian Koperasi RI, Naslindo Sirait Berkunjung dan Menikmati kopi langsung di salah satu stan kopi yang berada di lapangan gedung Emeneme yauware (Foto: Yani/ Torangbisa.com). 

Timika, Torangbisa.com – Potensi komoditas kopi di Kabupaten Mimika dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan hingga menembus pasar nasional bahkan internasional.

Hal tersebut disampaikan Asisten Deputi Pengawasan Penataan Usaha Kementerian Koperasi RI, Naslindo Sirait, saat mengunjungi dan meninjau sejumlah stan kopi dalam Festival UMKM di Lapangan Gedung Emeneme Yauware, Kamis (8/10/2026).

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Naslindo menilai antusiasme pelaku UMKM Mimika, termasuk penggiat kopi, menunjukkan adanya potensi ekonomi lokal yang perlu terus dikembangkan. Menurutnya, penguatan kelembagaan koperasi menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan skala usaha.

“Ini sesuatu yang harus terus didorong dan dikembangkan. Ternyata daerah-daerah memiliki potensi lokal dan gerakan untuk menciptakan perekonomian rakyat melalui pengembangan usaha UMKM,” ujarnya.

Khusus komoditas kopi, Naslindo mendorong pengembangannya dilakukan secara terintegrasi melalui koperasi, mulai dari budidaya, menjaga kontinuitas produksi, pengolahan pascapanen hingga hilirisasi.

“Kami merekomendasikan agar skala UMKM ini bisa ditingkatkan dengan cara berkoperasi. Pengembangan kopi mulai dari budidaya, kontinuitas kopi sampai pascapanen dan hilirisasi akan lebih mudah dilaksanakan kalau kelembagaannya dalam bentuk koperasi,” jelasnya.

Ia menyebut sejumlah daerah di Indonesia telah berhasil mengembangkan koperasi petani kopi dengan menerapkan sistem fair trade atau perdagangan berkeadilan. Sistem tersebut dinilai dapat memberikan manfaat yang lebih proporsional bagi petani maupun pelaku usaha dalam rantai perdagangan kopi.

Menurut Naslindo, kopi kini telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat sehingga pasarnya terus berkembang. Kondisi tersebut membuka peluang bagi kopi Papua untuk menjadi salah satu komoditas unggulan.

“Kopi Papua ini bisa menjadi ikon, bisa diperdagangkan bukan hanya di Indonesia Timur. Bahkan kita punya peluang ke Papua Nugini dan Australia,” katanya.

Ia menilai secara geografis, pasar seperti Darwin dan Sydney memiliki peluang untuk menjadi tujuan pemasaran produk kopi Papua.

Namun, peluang tersebut harus diikuti dengan peningkatan kualitas pada sektor hulu hingga hilir. Tidak hanya budidaya, tetapi juga kemampuan roasting dan barista perlu terus ditingkatkan.

“Kualitas kopi kita paling tidak untuk Indonesia Timur bisa menjadi yang terbaik. Potensi Papua bisa diangkat bukan hanya lokal, regional dan nasional, tetapi juga internasional. Kami dari Kementerian Koperasi siap memfasilitasi,” ujarnya.

Selain kopi, Naslindo juga melihat komoditas lokal lainnya seperti buah merah memiliki peluang untuk dikembangkan. Menurutnya, penguatan branding, storytelling dan pemasaran digital menjadi bagian penting agar produk lokal dapat dikenal lebih luas.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika, Samuel Yogi, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kementerian Koperasi RI dalam Festival UMKM di Mimika.

Ia menegaskan Pemkab Mimika melalui Dinas Koperasi dan UMKM berkomitmen membangun sinergi dengan Pemerintah Provinsi Papua Tengah maupun pemerintah pusat dalam mengembangkan UMKM.

“Kami Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Koperasi dan UMKM tetap berkomitmen untuk bekerja sama dan bersinergi antara pemerintah Provinsi Papua Tengah dan pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Koperasi dan Kementerian UMKM,” ujarnya.

Samuel berharap Festival UMKM dapat terus berkembang dan pada tahun mendatang menjadi salah satu festival UMKM terbesar di Papua Tengah yang dipusatkan di Kabupaten Mimika.

“Mudah-mudahan tahun depan omzet tetap naik dan kami berharap Menteri, para Deputi dan rombongan bisa hadir di Mimika, sehingga kegiatan festival UMKM terbesar di Papua Tengah kita pusatkan di Mimika,” katanya.

Terkait pengembangan kopi, Samuel mengatakan pihaknya siap mendorong para penggiat kopi di Mimika untuk membentuk dan mengembangkan kelembagaan koperasi.

“Kami dari Dinas Koperasi dan UMKM berkomitmen dan bersinergi. Mudah-mudahan tahun depan kami juga akan menyelenggarakan Festival Kopi terbesar di Papua Tengah,” ujarnya.

Samuel juga menyebut pelaksanaan Festival UMKM tahun ini memberikan hasil positif. Pada hari pertama dan kedua, omzet pelaku UMKM disebut telah mencapai sekitar Rp2,5 miliar.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan produk UMKM Mimika memiliki daya saing dan peluang untuk dikembangkan ke pasar yang lebih luas.

“Mimika pasti bisa. Kami akan terus mendorong dan bersama Bupati dan Wakil Bupati Mimika, kami siap mempromosikan produk unggulan, baik di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.

Dinas Koperasi dan UMKM juga mendorong Dekranasda Kabupaten Mimika, OPD serta BUMN yang melakukan pembinaan UMKM agar terus mempromosikan produk unggulan daerah.

Saat ini, UMKM yang terdaftar dalam OSS di Kabupaten Mimika disebut mencapai sekitar 17 ribu pelaku usaha. Sementara lebih dari 300 UMKM masih mendapatkan pembinaan secara berkelanjutan.

Samuel mengatakan pengembangan UMKM juga diarahkan menuju digitalisasi melalui program UMKM Go Digital.

“Kami dari Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika juga sudah memiliki aplikasi dan ke depan akan terus kami dorong dan dukung,” jelasnya.

Ia menegaskan pemerintah daerah akan terus memberdayakan pelaku UMKM, baik Orang Asli Papua maupun masyarakat Nusantara yang menjalankan usaha di Mimika.

“UMKM Mimika siap bersaing menuju Go Digital dan menuju Gerbang Emas 2045,” pungkasnya.