Scroll untuk baca artikel
Ekonomi

Festival dan Bazar UMKM HUT ke-30 Mimika Dibuka, Produk Lokal Didorong Tembus Pasar Lebih Luas

×

Festival dan Bazar UMKM HUT ke-30 Mimika Dibuka, Produk Lokal Didorong Tembus Pasar Lebih Luas

Sebarkan artikel ini
Kegiatan dibuka oleh Staf Ahli Bupati Mimika Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM), Fransiskus Bokeyau Dan dilakukan sesi foto bersama (Foto: Yani/ Torangbisa.com). 

Timika, Torangbisa.com – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Koperasi dan UMKM menggelar Festival dan Bazar UMKM dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Mimika ke-30 tahun 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Eme Neme Yauware, Selasa (6/10/2026), dan diikuti ratusan pelaku UMKM dengan menampilkan beragam produk lokal, mulai dari makanan dan minuman, produk olahan, kerajinan, noken, produk kreatif, produk khas Papua hingga berbagai produk unggulan lainnya.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Kegiatan yang berlangsung hingga 8 Oktober 2026 ini dibuka oleh Staf Ahli Bupati Mimika Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM), Fransiskus Bokeyau, mewakili Bupati Mimika Johannes Rettob.

Dalam sambutan Bupati Mimika yang dibacakan Fransiskus Bokeyau, disampaikan bahwa 30 tahun perjalanan Kabupaten Mimika merupakan perjalanan panjang yang telah diisi berbagai dinamika, tantangan, perjuangan dan keberhasilan pembangunan.

Momentum HUT ke-30, kata dia, tidak boleh hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi harus menjadi kesempatan untuk merefleksikan perjalanan pembangunan sekaligus memperkuat komitmen membangun Mimika yang semakin maju, mandiri, sejahtera dan berdaya saing.

“UMKM bukan sekadar kegiatan ekonomi masyarakat. UMKM adalah wajah kemandirian ekonomi daerah. Di dalamnya terdapat kerja keras keluarga, kreativitas anak-anak muda, keterampilan kaum perempuan, potensi orang asli Papua serta kekayaan budaya dan sumber daya lokal,” demikian sambutan Bupati Mimika.

Pemerintah Kabupaten Mimika memberikan apresiasi kepada Dinas Koperasi dan UMKM yang telah menyelenggarakan festival tersebut sebagai ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk, memperluas pasar, membangun jejaring usaha, meningkatkan omzet dan membuka peluang kemitraan.

Para pelaku UMKM juga didorong untuk terus meningkatkan kualitas produk, kemasan, pelayanan, pemasaran serta memanfaatkan teknologi digital.

“Jangan hanya menjadi penjual, tetapi jadilah pelaku usaha yang mampu menciptakan produk unggulan Mimika dan menembus pasar yang lebih luas,” pesannya.

Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus mendorong terciptanya ekosistem usaha yang semakin baik melalui sinergi antara pemerintah, pelaku UMKM, perbankan, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas dan seluruh pemangku kepentingan.

Masyarakat Mimika juga diajak mencintai dan membeli produk lokal karena setiap pembelian produk UMKM turut membantu keluarga, menghidupkan usaha, membuka lapangan pekerjaan dan menggerakkan roda perekonomian daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika sekaligus Ketua Panitia, Samuel Yogi, mengatakan Festival dan Bazar UMKM merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT Kabupaten Mimika ke-30 sekaligus bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pertumbuhan dan pengembangan UMKM.

Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk mempromosikan dan memasarkan produk mereka kepada masyarakat.

“Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan promosi dan pemasaran produk UMKM Kabupaten Mimika, meningkatkan omzet dan pendapatan pelaku UMKM, mendorong masyarakat mencintai dan membeli produk lokal, serta memperkenalkan produk unggulan dan produk kreatif UMKM Mimika,” jelasnya.

Samuel menyebut festival tersebut diikuti sekitar 200 pelaku UMKM yang menampilkan berbagai produk usaha. Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada momentum HUT Mimika, tetapi menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam mengembangkan UMKM.

Ia juga menegaskan bahwa sejumlah produk UMKM Mimika mulai memiliki akses ke pasar yang lebih luas, termasuk melalui dukungan berbagai pihak.

“Kita ingin UMKM Mimika bisa bersaing, bukan hanya di tingkat daerah dan provinsi, tetapi juga tingkat nasional bahkan internasional,” ujarnya.

Keua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Mimika, Soter Potowaipea, dalam kesempatan tersebut mengatakan pembangunan ekonomi tidak dapat dilakukan oleh satu pihak.

Menurutnya, pemerintah memiliki kebijakan dan kewenangan, dunia usaha memiliki modal dan jaringan, sementara UMKM memiliki kreativitas serta produk. Jika seluruh kekuatan tersebut disatukan, maka dapat membangun ekosistem ekonomi yang kuat dan berkelanjutan.

“Kadin Kabupaten Mimika siap menjadi mitra strategis pemerintah dan pelaku UMKM dalam mendorong pertumbuhan dunia usaha dan ekonomi masyarakat,” katanya.

Ia juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia agar generasi muda Mimika tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi mampu menjadi pelaku usaha sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan.

Sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dunia usaha dan industri, menurutnya, harus terus diperkuat untuk menyiapkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan, kompetensi dan sertifikasi sesuai kebutuhan dunia usaha.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Papua Tengah, Yuliten Makai, yang mewakili Gubernur Papua Tengah, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Mimika atas pelaksanaan Festival dan Bazar UMKM tersebut.

Ia mengatakan UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah, menciptakan lapangan usaha, meningkatkan pendapatan keluarga dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

Karena itu, pengembangan UMKM tidak cukup hanya dengan menyediakan tempat berjualan, tetapi harus dibarengi pendampingan, peningkatan kapasitas, akses pembiayaan, penguatan kualitas produk, pemasaran dan pemanfaatan teknologi digital.

“Kita juga perlu mendorong agar produk-produk lokal Papua Tengah memiliki kualitas dan daya saing yang semakin baik,” ujarnya.

Ia berharap festival dan bazar tersebut dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi para pelaku UMKM sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat semangat kewirausahaan dan kecintaan terhadap produk lokal.

Sementara itu, perwakilan Kementerian UMKM RI, Yulius, menilai Festival dan Bazar UMKM HUT ke-30 Mimika merupakan momentum positif untuk mempertemukan pelaku usaha dengan masyarakat, mengembangkan pasar, memperluas jaringan bisnis dan memberikan ruang bagi pelaku UMKM menunjukkan kreativitas serta inovasi.

Menurutnya, Mimika memiliki peluang besar dalam pengembangan UMKM karena tidak hanya memiliki kekayaan sumber daya alam, tetapi juga kekayaan budaya, kreativitas masyarakat dan berbagai produk lokal yang memiliki karakter serta nilai ekonomi.

Namun, ia mengingatkan masih terdapat sejumlah tantangan yang dihadapi pelaku UMKM, terutama usaha yang masih berskala mikro, kualitas dan kemasan produk yang belum konsisten, pencatatan keuangan yang belum tertib, legalitas usaha yang belum lengkap serta akses pasar yang masih terbatas.

Karena itu, UMKM perlu didorong agar berkembang menjadi usaha yang lebih kuat, profesional dan memiliki daya saing tinggi.

“Kita perlu mendorong UMKM menjadi bisnis yang lebih berkembang, lebih kuat, lebih profesional dan memiliki daya saing yang lebih tinggi,” katanya.

Yulius juga mengapresiasi Dinas Koperasi dan UMKM serta Dekranasda Kabupaten Mimika yang dinilai telah berupaya melakukan pendataan, pembinaan dan pendampingan terhadap pelaku usaha.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, masyarakat dan berbagai pihak dalam membangun ekosistem UMKM.

Salah satu langkah yang didorong adalah transformasi UMKM menuju ekosistem digital melalui Sapa UMKM.

Menurutnya, melalui platform tersebut pelaku usaha dapat melakukan pendataan usaha, mengelola kebutuhan usaha secara digital, mengurus legalitas, mengikuti pelatihan dan memperoleh pendampingan.

UMKM yang telah terdata dan terverifikasi juga akan lebih mudah mendapatkan akses pembinaan dan perlindungan.

“UMKM harus bergerak ke arah digital agar dapat berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Yulius berharap kolaborasi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Pemerintah Kabupaten Mimika, dunia usaha dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga program pembinaan UMKM tidak berjalan sendiri-sendiri.

Ia juga mendorong agar potensi produk lokal Mimika, termasuk produk kerajinan, kuliner, kopi dan berbagai produk khas Papua, dapat terus dikembangkan hingga mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Festival dan Bazar UMKM HUT ke-30 Kabupaten Mimika tersebut berlangsung selama tiga hari, 6-8 Oktober 2026, dengan rangkaian kegiatan berupa pameran dan pasar produk UMKM, promosi dan penjualan produk, pengenalan produk unggulan, hiburan serta interaksi langsung antara pelaku usaha dan masyarakat.

Kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu langkah nyata untuk memperkuat UMKM, meningkatkan ekonomi masyarakat serta mendorong produk lokal Mimika semakin dikenal di luar daerah.

“UMKM tumbuh, Mimika berinovasi, ekonomi bergerak menuju Gerbang Emas 2031.”