Scroll untuk baca artikel
Mimika

Kabut Asap Dari Papua Selatan, Ganggu Aktifitas Penerbangan di Mimika

×

Kabut Asap Dari Papua Selatan, Ganggu Aktifitas Penerbangan di Mimika

Sebarkan artikel ini
Kondisi kabut asap di landasan pacu Bandara Mozes Kilangin Timika (Foto: Riki Lodar/ Torangbisa.com)

Timika, Torangbisa.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Meteorologi Timika mencatat kabut asap yang menyelimuti wilayah udara Mimika disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan di wilayah Papua Selatan.

Prakirawan BMKG Mimika, Stevan Yawan saat ditemui diruang kerjanya, Senin (28/9/2026) mengatakan, kabut asap yang terjadi beberapa hari belakangan ini diwilayah Kabupaten Mimika merupakan asap dari Kabupaten Merauke dan dan sekitarnya.

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Stevan menjelaskan, wilayah Papua Tengah, tidak terdapat titik panasnya tidak terlalu banyak berdasarkan hasil pantauan dari BMKG.

Lanjutnya, untuk wilayah Papua Tengah terdapat jumlah titik panasnya, untuk tingkat kepercayaan sedang terdapat 75 titik panas dan tingkat kepercayaan tinggi terdapat 1 titik panas.

“Untuk titik panas yang terjadi di Papua Tengah ini tidak terlalu berpengaruh signifikan untuk wilayah kabupaten Mimika, tetapi yang paling berpengaruh itu kabut asap dari Papua Selatan akibat kebakaran hutan dan lahan,” kata Stevan Yawan.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pantauan untuk wilayah Papua Selatan terdapat sejumlah titik panas, dengan rincian titik panas dengan tingkat kepercayaan sedang mencapai 3.159 titik panas, dan tingkat kepercayaan tinggi mencapai 200 titik panas.

Hasil pentauan arah angin, angin masih bertiup dari arah timur hingga Tenggara ini yang membawa kabut asap sampai ke kabupaten Mimika.

“Di Papua Selatan, jumlah titik panasnya yang banyak,” ungkapnya.

Sementara itu ditanya terkait pengaruh kabut asap terhadap aktivitas penerbangan di Mimika, Stevan menjelaskan aktifitas penerbangan sendiri cukup berpengaruh.

Menurutnya, dengan kejadian kabut asap berpengaruh pada jarak pandang. Untuk normalnya mencapai 2000 meter untuk aktifitas take off dan landing.

Namun untuk kondisi kabut asap pada pagi hari untuk kondisi jarak pandang hanya mencapai 1000 meter atau 1 kilo sehingga ada beberapa pesawat yang memang tidak bisa landing.

“Mereka harus berputar-putar diatas (udara) yaitu pesawat garuda dan pesawat cargo untuk menunggu jarak pandang lebih baik, tapi mereka merubah rute penerbangan tujuan biak, sambil menunggu penerbangan cuaca kedepan,” ungkap Stevan.

Ia juga mengupdate kondisi cuaca hari ini dari pagi hingga siang hari dengan jarak pandang 2000 hingga 4000 meter

“Untuk Sementara kondisi kabut asap dari pagi ini sampai siang mungkin jarak pandang berkisar 2000 hingga 4000 meter, jadi masih aman untuk take off dan landing, tapi semua keputusan semua ada di tower,” ungkapnya.