Timika, Torangbisa.com — Dua atlet muda Muaythai asal Kabupaten Mimika mendapat kesempatan membanggakan untuk mengharumkan nama daerah di kancah internasional.
Keduanya dipanggil mengikuti pemusatan latihan nasional (Pelatnas) dan dipersiapkan tampil dalam kejuaraan 1st Asian Kun Khmer Championship 2026 yang berlangsung pada 1-8 September di Vietnam.
Kedua atlet tersebut adalah Rizky Alhadi Hatan dan Muhammad Ibrahim Eko Putra, yang masih duduk di bangku SMA dari Negeri 6 Mimika. Mereka dijadwalkan berangkat untuk mengikuti Kejuaraan 1st Asian Kun Khmer Championship 2026 yang berlangsung pada 1-8 September mendatang.
Ketua Mandataris sekaligus Pendiri Cabor Muaythai Kabupaten Mimika, J. Jones Ayorbaba, mengatakan keikutsertaan kedua atlet tersebut menjadi kesempatan besar bagi atlet muda Mimika untuk menguji kemampuan di level internasional.
“Kejuaraan yang diikuti dua atlet Muaythai dari Kabupaten Mimika ini merupakan kejuaraan tingkat Asia, bahkan bisa kita katakan tingkat dunia karena atlet-atlet terbaik dari berbagai negara ikut ambil bagian,” ujar Jones.
Menurut Jones, tiket kedua atlet Mimika menuju kejuaraan tersebut tidak terlepas dari prestasi yang mereka torehkan saat mengikuti Kejurnas Muaythai di Makassar.
Dalam kejuaraan tersebut, Rizky dan Muhammad Ibrahim berhasil meraih medali emas, meskipun harus menghadapi lawan yang rata-rata merupakan atlet senior dengan usia lebih tua.
Prestasi tersebut kemudian menarik perhatian tim talent scouting. Keduanya dinilai memiliki potensi sehingga mendapat kesempatan dipanggil mengikuti Pelatnas.
“Yang menarik, mereka berdua masih muda, masih tingkat SMA. Setelah tampil di Kejurnas Makassar dan mendapatkan medali emas, dari talent scouting mereka ditunjuk untuk mengikuti Pelatnas,” jelasnya.
Jones menyebutkan, keberhasilan kedua atlet muda tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan Muaythai di Mimika mulai menunjukkan hasil. Pengalaman menghadapi atlet senior di tingkat nasional juga menjadi modal penting bagi keduanya untuk menghadapi persaingan internasional.
Untuk mendukung keberangkatan kedua atlet, Bupati Mimika, Johannes Rettob dan ibu turut memberikan dukungan berupa tiket perjalanan dan uang jalan.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Bupati Mimika dan Ibu atas dukungan yang diberikan kepada kedua atlet ini. Dukungan pemerintah sangat berarti bagi kami,” ungkap Jones.
Jones juga berencana berangkat ke Jakarta untuk memantau langsung persiapan kedua atlet tersebut. Namun, keterbatasan anggaran membuat dirinya harus menyesuaikan rencana keberangkatan.
Ia berharap Rizky dan Muhammad Ibrahim mampu memberikan penampilan terbaik dan membawa pulang medali dari kejuaraan di Vietnam.
“Harapan kami tentu mereka bisa mendapatkan medali emas. Kemarin saat bertanding di Makassar, lawan mereka semuanya senior dan lebih tua, tetapi mereka berdua mampu mendapatkan emas,” katanya.
Menurutnya, kedua atlet tersebut tidak hanya dipersiapkan untuk menghadapi kejuaraan internasional, tetapi juga menjadi bagian dari program pembinaan jangka panjang.
Keduanya diproyeksikan untuk memperkuat Mimika dan Papua Tengah pada PON Beladiri Sulut 2026, sekaligus dipersiapkan menghadapi Pra-PON tahun depan untuk cabang olahraga Muaythai.
“Kita persiapkan mereka berdua untuk PON Beladiri Sulut, sekaligus untuk Pra-PON tahun depan. Jadi ini bagian dari persiapan jangka panjang kita,” pungkas Jones.
















