Timika, Torangbisa.com – Masyarakat Kampung Amamapare, Distrik Mimika Timur,l Jauh, Kabupaten Mimika, berharap Pemerintah Kabupaten Mimika dapat memberikan perhatian terhadap kebutuhan pembangunan rumah ibadah bagi umat Katolik di kampung tersebut.
Harapan itu disampaikan Kepala Kampung Amamapare, Fakundus Natipia, yang mengungkapkan bahwa hingga saat ini masyarakat masih melaksanakan ibadah di Balai Desa karena belum memiliki gedung gereja sendiri.
“Mayoritas masyarakat di Kampung Amamapare adalah umat Katolik dan sangat membutuhkan bangunan gereja. Selama ini kami beribadah di Balai Desa. Sebelumnya kami menggunakan gedung sekolah, kemudian berpindah ke Balai Desa yang juga dipakai untuk berbagai kegiatan pemerintahan dan kemasyarakatan,” ujar Fakundus.
Menurutnya, kondisi tersebut membuat masyarakat harus berbagi tempat antara kegiatan pemerintahan dan kegiatan keagamaan.
Karena itu, ia berharap Pemerintah Kabupaten Mimika dapat membantu merealisasikan pembangunan gereja agar masyarakat memiliki tempat ibadah yang layak dan permanen.
“Kami mohon kepada Pemerintah Kabupaten Mimika untuk membantu membangun gereja di Kampung Amamapare sehingga masyarakat bisa beribadah setiap minggu maupun saat perayaan hari-hari besar keagamaan dengan lebih nyaman,” katanya.
Fakundus juga menyampaikan harapan khusus kepada Bupati Mimika agar memberikan perhatian kepada masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir dan pinggiran kota.
“Kami meminta kepada bapak Bupati Mimika untuk melihat kondisi masyarakat di Kampung Amamapare. Kampung ini sudah menjadi desa sejak tahun 1973, bahkan sebelum itu sudah ada perkampungan yang dibuka oleh masyarakat yang dipindahkan dari Petsebelas. Karena itu, kami berharap pemerintah dapat melihat kebutuhan masyarakat di sini, khususnya pembangunan gereja,” tuturnya.
Senada dengan itu, tokoh perempuan Kampung Amamapare, Pangrasia Atipia, mengatakan masyarakat sudah cukup lama menantikan kehadiran gereja di Kampung Amamapare.
“Kami sekarang tidak memiliki gereja. Karena itu mama-mama meminta kepada pemerintah, khususnya bapak Bupati Mimika, untuk membantu membangun gereja di Pulau Karaka. Sudah beberapa tahun kami melaksanakan ibadah di Balai Desa,” ungkap Pangrasia.
Ia menjelaskan bahwa gedung serbaguna atau Balai Desa selama ini difungsikan untuk berbagai kegiatan kampung sekaligus sebagai tempat ibadah umat Katolik.
“Balai Desa digunakan untuk kegiatan kampung dan juga untuk ibadah. Kami berharap pemerintah bisa turun langsung melihat kondisi kami di sini,” katanya.
Pangrasia juga menyoroti kondisi masyarakat Amamapare yang berada di kawasan pelabuhan namun belum merasakan dampak pembangunan secara maksimal.
“Kami ini masyarakat yang menjaga wilayah pelabuhan, tetapi sampai sekarang kami merasa belum banyak mendapat perhatian. Kehidupan masyarakat masih seperti dulu dan belum banyak perubahan yang kami rasakan,” tutupnya.

















