Timika, Torangbisa.com – Kepala Distrik Mimika Baru, Merlyn Temorubun, resmi memperkenalkan inovasi MIRU Green, sebuah sistem Bank Sampah berbasis lingkungan RT yang dirancang untuk mengubah pengelolaan sampah dari sekadar kegiatan kebersihan menjadi gerakan ekonomi sirkular bagi masyarakat.
Peluncuran program yang berlangsung di Kantor Distrik Mimika Baru pada (29/6/2026) ini merupakan kelanjutan dari tahap inisiasi yang telah dilakukan pada tahun lalu.
Memasuki tahun 2026, program tersebut diterapkan secara penuh dengan berbagai penyempurnaan berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan sebelumnya.
Merlyn Temorubun menjelaskan, selama ini pemerintah setiap tahun mengalokasikan anggaran untuk penanganan sampah.
Berbagai kegiatan telah dilaksanakan dan seluruh anggaran terserap sesuai laporan. Namun, di lapangan masyarakat masih menjumpai tumpukan sampah dan titik-titik pembuangan sementara (TPS) yang terus bermunculan.
“Artinya, persoalan sampah bukan hanya soal anggaran, tetapi bagaimana membangun sistem yang mampu menghubungkan seluruh elemen masyarakat agar bekerja secara terkoordinasi,” ujarnya.
Melalui inovasi MIRU Green, pengelolaan sampah dimulai dari rumah tangga. Warga tidak lagi membuang plastik maupun minyak jelantah sembarangan, tetapi mengumpulkannya di RT masing-masing sesuai jadwal penimbangan yang telah ditetapkan.
Seluruh transaksi akan dicatat dalam sistem digital bernama MIRU Green Wallet atau Dompet Hijau Distrik Mimika Baru. Petugas yang tergabung dalam Pasukan Hijau MIRU bertugas melakukan pencatatan, penimbangan, hingga pengangkutan sampah yang masih memiliki nilai jual menuju bank sampah induk.
Sementara untuk minyak jelantah, pemerintah distrik masih menunggu penetapan harga pasar sebelum pembayaran dilakukan kepada masyarakat yang telah menyetorkan hasil timbangannya.
Menurut Merlyn, inovasi ini lahir dari kebutuhan untuk membangun sistem yang mampu menyelesaikan persoalan sampah sejak dari sumbernya.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa dari sekitar 90 ton sampah yang terkumpul di Kabupaten Mimika, termasuk sekitar 40 ton dari Distrik Mimika Baru, hanya sekitar tiga ton yang benar-benar layak didaur ulang dalam kurun waktu empat bulan. Sebagian besar sampah telah tercampur dan rusak sehingga kehilangan nilai ekonominya.
Karena itu, edukasi pemilahan sampah sejak awal menjadi fokus utama program ini. Pemerintah Distrik Mimika Baru juga akan hadir dalam berbagai kegiatan masyarakat seperti Clean Friday, Car Free Day, kegiatan keagamaan, hingga berbagai acara lainnya dengan menyediakan kantong-kantong sampah khusus agar sampah bernilai ekonomi dapat dipisahkan sejak awal.
“Melalui MIRU Green, kami ingin mengubah cara pandang masyarakat. Sampah bukan lagi menjadi beban lingkungan, tetapi menjadi potensi ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui konsep ekonomi sirkular,” tegas Merlyn Temorubun.
Dengan inovasi tersebut, Pemerintah Distrik Mimika Baru berharap mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih sekaligus memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat melalui sistem Bank Sampah yang terintegrasi dari tingkat rumah tangga hingga proses daur ulang.

















