Timika, Torangbisa.com – Budidaya sayur hidroponik yang dikembangkan secara swadaya oleh pemuda Kampung Damai, Distrik Kwamki Narama, kini mampu menghasilkan panen secara rutin setiap minggu dan menjadi salah satu pemasok sayuran bagi PT Pangansari yang melayani kebutuhan PT Freeport Indonesia.
Tokoh Pemuda Kampung Damai, Painus Magai, menjelaskan bahwa proses budidaya mulai dari pembibitan hingga panen membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat minggu. Untuk menjaga kontinuitas produksi, penanaman dilakukan setiap minggu sehingga stok sayuran selalu tersedia.
“Untuk mencukupi suplai ke PT Pangansari, kami melakukan penanaman setiap minggu. Dengan pola itu kami juga bisa panen setiap minggu sehingga stok tetap ada untuk disuplai,” ujarnya.
Saat ini PT Pangansari memiliki kebutuhan sayuran lebih dari satu ton. Namun, kelompok pemuda Kampung Damai baru mampu memasok sekitar 100 hingga 200 kilogram setiap minggu atau sekitar 600 kilogram per bulan.
Menurut Painus, kapasitas produksi yang dimiliki sebenarnya masih cukup besar. Satu unit greenhouse mampu menghasilkan lebih dari 300 kilogram sayur pakcoy dalam satu kali panen, sementara untuk selada dapat mencapai sekitar 200 kilogram.
Meski telah memiliki pasar tetap, produksi yang dihasilkan kerap melebihi kebutuhan suplai mingguan ke PT Pangansari. Karena itu, pihaknya berharap ada dukungan pemerintah untuk membantu membuka akses pasar baru agar hasil panen yang tersedia dapat terserap secara maksimal.
“Stok kami masih ada dan sering kali lebih dari kebutuhan yang kami suplai. Kami berharap ada pasar-pasar lain atau solusi dari pemerintah untuk membantu penyaluran hasil produksi yang kami hasilkan,” katanya.
Selain membudidayakan pakcoy dan selada, kelompok pemuda tersebut juga memasok petatas ungu ke Freeport. Dari total produksi sekitar lima ton, mereka secara rutin mengirimkan sekitar 150 kilogram setiap minggu.
Ke depan, Painus berharap usaha pertanian yang telah berjalan hampir empat tahun ini dapat terus berkembang. Namun, keterbatasan biaya masih menjadi kendala utama untuk melakukan perluasan usaha dan pembangunan sarana produksi tambahan.
“Kami berharap pemerintah melalui dinas terkait dapat memberikan dukungan untuk pengembangan yang berkelanjutan, baik dalam pembangunan fasilitas maupun peningkatan kapasitas produksi, sehingga usaha yang sudah kami bangun ini bisa berkembang lebih besar lagi,” tutupnya.













img class="alignnone size-full wp-image-34144" src="https://torangbisa.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260615-WA0247.jpg" alt="" width="1080" height="1350" />








