Timika, Torangbisa.com – Bagian Organisasi Tata Laksana (Ortal) menggelar coaching clinic triwulan I guna memperkuat implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP).
Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan kualitas dokumen perencanaan dan keselarasan laporan kinerja di tingkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Narasumber dari Bagian Organisasi dan Tata Laksana Setda Mimika, Hendra, menjelaskan bahwa coaching clinic tahap pertama ini bertujuan memberikan bimbingan teknis dan asistensi kepada perangkat daerah dalam mengoptimalkan penerapan SAKIP.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kualitas dokumen perencanaan seperti Renstra, Renja, IPU, dan PK, serta memastikan keselarasan antara perencanaan strategis dan penganggaran,” ujar Hendra.
Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk meningkatkan nilai evaluasi SAKIP Kabupaten Mimika agar mampu meraih predikat yang lebih tinggi.
Hendra menjelaskan, dalam coaching clinic ini peserta akan dibekali materi yang mencakup lima komponen utama SAKIP, yakni perencanaan kinerja, pengukuran kinerja, pelaporan, evaluasi internal, hingga capaian kinerja.
“Kelima komponen ini penting dipahami secara utuh agar setiap OPD mampu menyusun laporan kinerja yang sesuai dengan ketentuan dan berdampak nyata,” katanya.
Peserta kegiatan berasal dari masing-masing OPD yang mengutus kepala subbagian program atau staf penyusun laporan kinerja. Sementara itu, narasumber didatangkan dari tim Sinergi Yogyakarta untuk memberikan pendampingan teknis secara komprehensif.
Menurut Hendra, kegiatan ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas laporan kinerja setiap tahunnya, sekaligus menjawab persoalan yang selama ini terjadi, yakni belum selarasnya laporan kinerja OPD dengan perencanaan di tingkat kabupaten.
“Selama ini kita melihat LKJ OPD masih belum sepenuhnya selaras dengan perencanaan daerah. Ini yang kita perkuat melalui coaching clinic,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini akan dilaksanakan secara berkala setiap triwulan guna memantau capaian kinerja OPD, mengidentifikasi kendala, serta mencari solusi atas program yang belum berjalan optimal.
“Kalau ada program yang tidak berjalan, harus diketahui penyebabnya dan dicarikan solusi. Bahkan bisa dialihkan ke kegiatan yang lebih selaras dengan indikator kinerja,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hendra menekankan pentingnya pemahaman komprehensif bagi peserta dalam menyusun laporan kinerja sesuai regulasi, serta menghindari praktik penyalinan dokumen tanpa penyesuaian dengan kondisi daerah.
“Peserta diharapkan tidak sekadar copy-paste, tetapi benar-benar memahami dan menyusun laporan sesuai dengan perencanaan OPD masing-masing,” tegasnya.
Coaching clinic tahap pertama ini menyasar OPD yang memiliki mandat terhadap indikator kinerja utama, seperti indeks pendidikan, kesehatan, gotong royong, hingga penguasaan teknologi informasi dan komunikasi, dengan total sekitar 14 indikator.
Kegiatan ini dibiayai melalui APBD Kabupaten Mimika Tahun Anggaran 2026 dan akan dilanjutkan pada tahap berikutnya dengan cakupan peserta yang lebih luas.
“Ini bagian dari upaya kita untuk memastikan laporan kinerja tahun 2026 yang disusun pada 2027 nanti benar-benar berkualitas,” pungkas Hendra.













