Timika, Torangbisa.com – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) menyatakan belum dapat menambah kuota penerima beasiswa di luar program yang telah direncanakan tahun ini.
Keterbatasan anggaran serta proses administrasi pasca-penandatanganan nota kesepahaman (MoU) menjadi alasan utama belum dapat direalisasikannya permintaan tambahan bantuan pendidikan dari sejumlah pelajar di Mimika.
Ketua Pengurus YPMAK, Leonardus Tumuka, mengatakan hal itu saat diwawancarai usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III DPRK Mimika dan Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Rabu (08/07/2026).
Menurut Leonardus, pertemuan tersebut membahas aspirasi sejumlah pelajar yang berharap memperoleh bantuan pendidikan untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi.
“Rapat ini berkaitan dengan keinginan adik-adik yang ingin mendapatkan bantuan pendidikan untuk melanjutkan sekolah. Namun karena kami baru menyelesaikan MoU, tentu keinginan itu tidak bisa langsung kami respons,” ujarnya.
Ia menjelaskan, saat ini YPMAK telah menjalankan sejumlah program beasiswa, termasuk kuota kuliah di Yogyakarta bagi 15 mahasiswa serta 156 peluang beasiswa prestasi bagi mahasiswa yang diterima di perguruan tinggi negeri.
“Kalau dari YPMAK, kami sudah membuka kuota kuliah di Jogja untuk 15 orang. Kemudian ada 156 peluang beasiswa prestasi bagi adik-adik yang masuk perguruan tinggi negeri. Kalau menambah kuota lebih dari itu, kami tidak bisa,” katanya.
Leonardus menegaskan, YPMAK harus mengelola anggaran secara proporsional agar seluruh program yang telah direncanakan tetap berjalan.
“Kalau semua anggaran diberikan ke satu bagian tertentu, tentu akan berdampak pada program-program yang lain. Karena itu kami tidak bisa memaksakan penambahan kuota di luar kemampuan anggaran yang tersedia,” jelasnya.
Selain persoalan anggaran, lanjutnya, masih terdapat sejumlah tahapan teknis dan administrasi yang harus diselesaikan setelah penandatanganan MoU, termasuk koordinasi lanjutan dengan Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pendidikan.
“Ada proses administrasi dan koordinasi yang harus diselesaikan supaya apa yang bisa kita lakukan bersama pemerintah daerah dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Leonardus mengungkapkan bahwa jumlah penerima beasiswa yang saat ini dikelola YPMAK telah mencapai lebih dari 4.000 orang yang tersebar di Papua maupun luar Papua.
“Penerima beasiswa yang kami tangani saat ini lebih dari 4.000 orang, baik yang berada di Tanah Papua maupun di luar Papua,” ungkapnya.
Terkait kelompok pelajar yang menyampaikan aspirasi dalam RDP tersebut, Leonardus menyebut sebagian di antaranya sebelumnya juga pernah mendatangi YPMAK maupun Dinas Pendidikan untuk menyampaikan tuntutan serupa terkait peluang memperoleh beasiswa.
Meski demikian, ia memastikan YPMAK tetap berkomitmen mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Mimika melalui berbagai program pendidikan yang tersedia.
“Keinginan mereka untuk melanjutkan pendidikan tentu kami pahami. Namun semua harus berjalan sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku,” pungkasnya.

















