Scroll untuk baca artikel
Mimika

Wabup Mimika Soroti Usulan Anggaran yang Membengkak, Finalisasi Ditargetkan 1–2 Hari

×

Wabup Mimika Soroti Usulan Anggaran yang Membengkak, Finalisasi Ditargetkan 1–2 Hari

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Mimika, Emanuel kemong, saat diwawancarai awak media usai apel pagi di pusat pemerintah Kabupaten mimika (foto: Yani/ Torangbisa.com).

Timika, Torangbisa.com – Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, meminta panitia bersama koordinator kegiatan melakukan evaluasi dan rasionalisasi anggaran menyusul usulan pembiayaan kegiatan yang dinilai melebihi pagu anggaran yang tersedia.

Hal tersebut disampaikan Kemong saat diwawancarai awak media di Hotel Horizon Diana, Rabu (4/11/2026).

Ads
Iklan ini dibuat oleh admin torangbisa

Kemong mengatakan, rencana penggunaan anggaran yang telah disampaikan masing-masing bidang masih perlu dibahas kembali. Pembahasan lanjutan akan dilakukan bersama koordinator dan panitia inti agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan sesuai kemampuan anggaran.

Adapun pembengkakan anggaran yang dimaksud, berkaitan dengan pelaksanaan Konferensi Nasional Kota Toleransi (KKT) II Tahun 2026 yang dijadwalkan pada 14-16 November ini.

“Rencana penggunaan dan penganggarannya sudah disampaikan, tetapi harus dibahas ulang. Bukan lagi di kepanitiaan atau bidang-bidang, melainkan koordinator bersama panitia inti,” ujarnya.

Ia menegaskan, hingga saat ini belum ada keputusan final terkait besaran anggaran yang akan digunakan. Sebab, usulan kegiatan yang diajukan panitia masih melampaui anggaran yang tersedia.

“Usulan kegiatan kemarin melebihi anggaran yang tersedia. Jadi, kita harus evaluasi dan finalisasi. Ini belum tuntas,” tegasnya.

Menurut Kemong, proses rasionalisasi perlu segera diselesaikan agar persiapan kegiatan tidak terganggu. Ia berharap dalam satu hingga dua hari ke depan pembahasan anggaran sudah mencapai titik terang.

Kemong menyebutkan, jumlah kepala daerah yang telah mengonfirmasi kehadiran sementara mencapai 150 orang. Namun, jumlah tersebut masih berpotensi bertambah sehingga perlu diperhitungkan dalam kesiapan akomodasi, transportasi, dan kebutuhan lainnya.

“Jumlah yang hadir ini akan mempengaruhi kesiapan kita, karena berkaitan dengan hotel, transportasi dan sebagainya. Kita berharap empat atau lima hari sebelum kegiatan semuanya sudah jelas,” katanya.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut direncanakan berlangsung dalam dua bagian, yakni kegiatan di luar ruangan dan di dalam ruangan. Kegiatan luar ruangan akan melibatkan pelaku UMKM serta masyarakat, sedangkan agenda di dalam ruangan lebih difokuskan pada penyampaian materi oleh para narasumber.

Terkait kesiapan tempat, Kemong mengakui panitia telah berkoordinasi dengan pihak hotel. Namun, pihak hotel sebagai penyedia layanan bisnis juga membutuhkan kepastian agar tidak mengalami kerugian ketika fasilitas dan kamar telah diblok untuk kegiatan tersebut.

Karena itu, menurutnya, panitia perlu menyiapkan jaminan atau kepastian pemesanan kepada pihak hotel.

“Kita sudah koordinasi dengan pihak hotel. Tetapi hotel juga bisnis, mereka tidak boleh merugi. Jadi harus ada kepastian, minimal ada jaminan ketika kita melakukan pemblokiran,” jelasnya.

Kemong berharap seluruh persiapan, terutama terkait anggaran, akomodasi, dan jumlah peserta, segera dirampungkan sehingga kegiatan dapat terlaksana sesuai rencana.