Timika, Torangbisa.com – Warga Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, membutuhkan bantuan bahan kebutuhan pokok (sembako) setelah situasi keamanan di wilayah tersebut membuat masyarakat trauma dan belum berani kembali ke kebun.
Pemerintah Kabupaten Mimika telah menyiapkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan warga yang terdampak situasi keamanan. Namun, penyaluran bantuan masih menunggu kondisi keamanan dan akses transportasi menuju Jila memungkinkan.
Dandim 1710/Mimika Letkol Inf Jozanda mengatakan kebutuhan masyarakat Jila telah dilaporkan kepada Bupati Mimika Johannes Rettob. Menurut dia, pemerintah merespons kebutuhan tersebut.
“Saya sudah laporkan dan sampaikan kepada Bupati. Beliau respons,” kata Jozanda.
Jozanda mengatakan warga membutuhkan bantuan sembako karena belum dapat beraktivitas secara normal, terutama berkebun yang selama ini menjadi salah satu sumber pemenuhan kebutuhan sehari-hari.
Masyarakat, kata dia, masih merasa khawatir untuk kembali ke kebun setelah terjadi kontak tembak di wilayah tersebut.
Meski bantuan telah disiapkan, pengirimannya harus mempertimbangkan kondisi keamanan. Akses menuju Distrik Jila juga terbatas sehingga bantuan kemungkinan dikirim menggunakan pesawat.
“Kalau situasi di Jila belum aman, bagaimana mungkin barang itu terbang terus? Kita tunggu aman dulu, mungkin dua hari kemudian kita akan respons,” ujar Jozanda.
Ia menegaskan pemerintah dan aparat bukan tidak peduli terhadap kondisi warga Jila. Kendala utama saat ini adalah keamanan dan akses menuju wilayah tersebut.
“Kita bukan tidak mau memberikan bantuan. Kendalanya sekarang adalah keamanan dan akses ke sana,” katanya.
Jozanda menyebut situasi keamanan di Jila saat ini telah kondusif. Namun, aparat masih melakukan upaya pencarian terhadap sembilan warga yang sebelumnya dilaporkan menjadi korban penyanderaan.
Upaya pencarian dan penyelamatan terus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi medan serta keamanan di wilayah Jila.
Jozanda berharap situasi keamanan semakin stabil sehingga bantuan kebutuhan pokok dapat segera dikirim. Dengan begitu, warga di Jila diharapkan dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk berkebun, secara bertahap.
















