Kabar Kampung

Produksi Sampah Distrik Miru Capai 40 Ton per Hari, Merlyn Temorubun: Perlu Kerjasama dan Kesadaran Masyarakat

×

Produksi Sampah Distrik Miru Capai 40 Ton per Hari, Merlyn Temorubun: Perlu Kerjasama dan Kesadaran Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Kepala Distrik Mimika Baru, Merlyn Temorubun (Foto: Yani/ Torangbisa.com).

Timika, Torangbisa.com – Kepala Distrik Mimika Baru, Merlyn Temorubun, mengungkapkan bahwa volume sampah di wilayah Distrik Mimika Baru mencapai puluhan ton per hari.

Dengan volume sampah yang mencapai puluhan ton tersebut membutuhkan kerja sama lintas instansi dan kesadaran masyarakat.

Dalam wawancara di Kantor Bappeda Kabupaten Mimika, Senin (04/05/2026), Merlyn Temorubun menyampaikan bahwa persoalan sampah masih menjadi tantangan serius, terutama di kawasan pusat kota dan sekitar fasilitas umum seperti sekolah.

Ia menyoroti masih banyaknya tumpukan sampah di sejumlah titik, yang tidak hanya mengganggu kebersihan tetapi juga merusak estetika lingkungan.

Menurutnya, sebagian sampah bahkan diduga berasal dari luar wilayah yang dibuang di area tertentu.

“Masalah sampah ini tidak bisa kami selesaikan sendiri di tingkat distrik. Harus ada kolaborasi dengan OPD teknis dan keterlibatan masyarakat,” ujarnya.

Merlyn menjelaskan, pihaknya terus melakukan edukasi kepada masyarakat, terutama pelaku usaha yang dinilai menjadi salah satu penyumbang terbesar produksi sampah.

Edukasi tersebut mencakup pentingnya penyediaan fasilitas pemilahan sampah di lokasi usaha.

Selain itu, Distrik Mimika Baru juga tengah menunggu regulasi berupa Peraturan Daerah (Perda) tentang sampah sebagai dasar hukum untuk memperkuat langkah-langkah penanganan di lapangan. Sementara itu, Peraturan Bupati (Perbup) diharapkan segera terbit sebagai pedoman sementara.

Dalam praktiknya, penanganan sampah saat ini dilakukan secara kolektif antara pihak kelurahan dan distrik. Setiap kelurahan dilaporkan mampu mengangkut sekitar 2 hingga 4 ton sampah per hari.

“Kalau dikalikan dengan 11 kelurahan, ditambah dengan penanganan dari bank sampah distrik yang bisa mencapai 6 sampai 10 ton per hari, totalnya bisa mencapai 31 sampai 40 ton sampah per hari,” jelasnya.

Ia menambahkan, angka tersebut belum termasuk sampah yang diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup pada pagi hari, sehingga volume sebenarnya bisa lebih besar.

Beberapa wilayah dengan produksi sampah tinggi antara lain kawasan Koperapoka dan Timika Indah, yang sering ditemukan tumpukan sampah di median jalan maupun pinggir jalan.

Menurut Merlyn, kondisi ini juga dipengaruhi oleh belum optimalnya sistem pengelolaan sampah, termasuk kurangnya informasi kepada masyarakat terkait jadwal dan lokasi pembuangan sampah yang benar.

Untuk itu, ia menekankan pentingnya penegasan aturan serta edukasi yang berkelanjutan agar masyarakat memahami waktu dan tempat pembuangan sampah.

“Kita tidak bisa setengah-setengah. Harus jelas jam buang sampahnya, lokasinya, dan aturannya. Supaya masyarakat juga tidak bingung,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi kinerja petugas bank sampah yang dinilai memiliki dedikasi tinggi, bahkan tetap bekerja di luar jam tugas untuk menjaga kebersihan kota.

Ke depan, Merlyn berharap dengan adanya regulasi yang jelas serta dukungan penuh dari OPD teknis, permasalahan sampah di Mimika dapat ditekan secara signifikan.

“Kalau semua pihak bekerja sama, kami optimis persoalan sampah ini bisa berkurang hingga 80 persen,” pungkasnya.