Timika, Torangbisa.com – Kelurahan Wanagon, Kabupaten Mimika, masih terus menjalankan pelayanan pengangkutan sampah dari rumah ke rumah.
Namun, keterbatasan armada dan anggaran membuat penanganan sampah belum menjangkau seluruh wilayah, terutama di kawasan permukiman baru.
saat diwawancarai awak media di Hotel Grand Tembaga, Rabu (29/04/2026).
Ia menjelaskan, saat ini pengelolaan sampah di Kelurahan Wanagon hanya ditangani oleh tiga orang petugas. Jumlah tersebut dinilai belum mencukupi untuk menjangkau seluruh wilayah yang terus berkembang.
Menurutnya, kendala utama yang dihadapi adalah kekurangan armada pengangkut. Akibatnya, masih banyak warga yang belum terlayani secara maksimal, khususnya di perumahan-perumahan baru dengan volume sampah yang cukup tinggi.
“Karena keterbatasan armada, ada beberapa wilayah yang belum bisa kita jangkau. Sampah akhirnya ditumpuk sementara di Jembatan SP2 untuk kemudian diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup,” jelasnya.
Dari sisi anggaran, Yance menyebutkan bahwa pengelolaan sampah didukung dana sebesar Rp46 juta per tahun yang bersumber dari APBD melalui distrik. Anggaran tersebut dinilai belum memadai jika dibandingkan dengan kebutuhan operasional di lapangan.
“Dengan kondisi sekarang, jelas tidak mampu. Belum lagi biaya operasional seperti BBM dan perawatan kendaraan,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti meningkatnya volume sampah yang tidak sebanding dengan ketersediaan tenaga dan fasilitas. Bahkan, menurutnya, sebagian kelurahan mulai kewalahan menangani persoalan ini.
“Kalau tidak ada kelurahan, bisa dibayangkan bagaimana kondisi sampah di kota ini. Teman-teman di kelurahan juga sudah banyak yang tidak sanggup karena biaya dan tenaga terbatas,” katanya.
Untuk itu, Yance berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah daerah, khususnya dalam hal distribusi anggaran.
Ia mengusulkan agar pengelolaan anggaran persampahan tidak hanya terpusat di Dinas Lingkungan Hidup, tetapi juga dialokasikan langsung ke distrik dan kelurahan.
“Ke depan, kami harap anggaran sampah bisa dibagi ke distrik atau kelurahan, supaya penanganannya bisa lebih maksimal,” pungkasnya.















