Politik

Pj Gubernur Ribka Haluk minta Penyelenggara Pemilu 2024 Petakan Wilayah Konflik

×

Pj Gubernur Ribka Haluk minta Penyelenggara Pemilu 2024 Petakan Wilayah Konflik

Sebarkan artikel ini
 

TIMIKA, (torangbisa.com) — Penjabat Gubernur Papua Tengah Ribka Haluk mengingatkan para penyelenggara pemilu 2024 agar segera melakukan pemetaan daerah potensi wilayah rawan konflik karena pesta demokrasi tersebut baru pertama kali dilakukan di daerah itu.

“Provinsi Papua Tengah sebagai salah satu provinsi baru di Indonesia, sehingga ini merupakan pemilu yang pertama kali dilaksanakan,” katanya dalam siaran pers yang diterima di Jayapura, Sabtu.

Ads

Menurut Ribka, hal ini merupakan sejarah dan hajat besar yang akan menentukan masa depan Provinsi Papua Tengah dalam lima tahun ke depan, sehingga menjadi tanggung jawab bersama dalam rangka mensukseskan pesta demokrasi tahun ini.

“Pada acara pembukaan rapat koordinasi kepala daerah bersama Forkopimda se-Indonesia Rabu (17/1), Presiden Joko Widodo dalam sambutannya menyampaikan agar stabilitas politik dan keamanan menuju 2024 betul-betul dijaga, sehingga situasi tetap kondusif,” ujarnya.

Oleh karena itu, kata Ribka, pemerintah dan pihak keamanan harus mampu memetakan potensi kerawanan menjelang pemilihan umum serentak 2024.

“Pihak penyelenggara dalam hal ini KPU, Bawaslu dan keamanan harus mendeteksi permasalahan yang ada di lapangan,” katanya lagi.

Menurut dia, perkembangan dinamika sosial politik belakangan ini telah memberi dampak secara signifikan kepada seluruh aspek kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Beberapa gejala yang nampak, seperti munculnya berbagai bentuk peristiwa konflik, masuknya paham dan ideologi yang bertentangan dengan Pancasila, aksi separatis serta aksi terorisme yang cenderung mengarah kepada instabilitas NKRI,” ujarnya.

Menurut dia, agar seluruh stakeholder, terutama penyelenggara pemilu bersama pemerintah daerah agar melakukan langkah pencegahan yang mengganggu keamanan, seperti dengan melakukan pencegahan peredaran minuman beralkohol selama proses persiapan dan pelaksanaan pemilu.

“Mari bersama-sama kita mencegah penyakit sosial masyarakat, seperti pelarangan membawa senjata tajam, penertiban lalu lintas dan penyebaran berita bohong antarpendukung partai politik,” ujarnya lagi.